Jakarta – PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) perusahaan teknologi berbasis Integrated Digital IT Hub, melaporkan kinerja keuangannya di kuartal I-2023. Tercatat, pendapatan perseroan mengalami kenaikan sebesar 1.812% menjadi Rp37,9 miliar bila dibandingkan dengan kuartal I-2022 yang sebesar Rp1,98 miliar.
Direktur Utama PT Aviana Sinar Abadi Tbk, Panji Pramana mengatakan, peningkatan ini mencerminkan strategi bisnis yang tepat dan terarah serta permintaan yang tinggi terhadap produk dan layanan perusahaan. Melihat pertumbuhan yang positif ini, perseroan juga menargetkan pendapatan tahun 2023 dapat mencapai Rp550 miliar.
Selain itu, laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan yang meningkat 1.559% menjadi Rp1,51 miliar di kuartal I-2023, bila dibandingkan dengan capaian laba bersih di tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni sebesar Rp91,4 juta. Kinerja yang kuat ini mencerminkan strategi dan manajemen keuangan yang baik.
“Kami sangat gembira dengan hasil yang kami capai dalam laporan keuangan tahunan ini. Kenaikan pendapatan, laba bersih, pertumbuhan aset, dan penurunan liabilitas mencerminkan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan dan juga pemegang saham,” ujar Panji dikutip 8 Juni 2023.
Sedangkan dari sisi aset, laporan keuangan mengungkapkan adanya pertumbuhan yang positif. IRSX mencatat peningkatan aset pada kuartal I2023 sebesar Rp97 miliar menjadi Rp171,6 miliar dibandingkan dengan kuartal IV-2022 sebesar Rp74,5 miliar. Pertumbuhan ini dikarenakan telah terjadi nya IPO yang dilaksanakan perseroan pada Februari lalu.
Selain itu, terdapat penurunan yang signifikan pada liabilitas perusahaan. Laporan keuangan menunjukkan penurunan liabilitas PT Aviana Sinar Abadi Tbk, sebesar 42% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan manajemen resiko yang efektif dan kebijakan pengelolaan utang yang bijaksana.
“Kami juga berkomitmen untuk mencapai kinerja yang kuat dan selalu berkembang untuk selalu menjadi perusahaan terkemuka di industri ini,” ungkap Panji. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More