News Update

Atur Iklan Fintech, OJK Akan Revisi POJK Perlindungan Konsumen

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan merevisi dan menambahkan aturan mengenai iklan lembaga jasa keuangan (LJK) dalam POJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Regulator terutama akan menertibkan iklan yang terkait dengan fintech, dalam hal ini P2P lending.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito pada acara Media Briefing “Brownis” (Ngobrol Manis) dengan tema pedoman Iklan Jasa Keuangan. Dirinya menyebut, akan menindak tegas iklan lembaga jasa keuangan (LJK) yang terbukti menyesatkan konsumen.

“Pertama di POJK 1 2013 memang iklan belum dimasukkan clear. Kita akan masukkan, akan amandemen beberapa ketentuan seperti P2P lending dan crowdfunding belum dimasukkan,” kata Sarjito di Kantor OJK, Jakarta, Selasa 16 April 2019.

Menurutnya, saat ini banyak sekali bermunculan iklan dalam internet yang menyesatkan terutama iklan yang digunakan oleh financial technology peer to peer (p2p Lending).

Sarjito menambahkan, selain memasukkan regulasi mengenai iklan fintech dan crowdfunding, OJK juga akan mengatur lebih detail soal sanksi dari iklan yang tidak memenuhi pedoman.

Menurutnya, hingga saat ini iklan yang melanggar ketetapan OJK akan dihentikan. Namun jika pelanggar tidak menghiraukan, tak menutup kemungkinan OJK akan memberikan sanksi lebih tegas. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

22 mins ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

2 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

6 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

6 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

6 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

6 hours ago