Dia mengungkapkan, bahwa masyarakat akan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi yang dimiliki perbankan untuk melakukan isi ulang e-money. Misalnya saja isi ulang melalui mesin-mesin ATM, internet banking, atau mobile banking melalui koneksi NFC (Near Field Communication).
“Kita akan coba evaluasi lagi, kan top up ini bisa berbagai cara ya, kalau dengan teknologi dengan NFC kan otomatis kan enggak kena biaya. Tapi kalau pakai merchant kan kita harus bayar ke merchant-nya. Ini yang akan kita atur lebih lanjut,” tegas Suprajarto.
Baca
Lebih lanjut dia menambahkan, keputusan Himbara untuk tidak mengenakan biaya isi ulang e-money ini bertujuan untuk tidak membebani masyarakat dalam bertransaksi menggunakan e-money. Dengan demikian, hal tersebut akan mendorong gerakan nontunai.
“Tapi intinya, kita sepakat bagaimana rakyat tidak tambah berat, itu aja. Kita punya banyak agen bank juga, mungkin kita akan arahkan ke agen bank yang otomatis, kalo agenkan kita gak mesti bayar fee untuk agennya. Kurang lebih seperti itu,” tutup Suprajarto. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More