Moneter dan Fiskal

Asyik! Sebentar Lagi WNI Bisa Belanja Pakai QRIS di 3 Negara Ini

Jakarta – Sebentar lagi Warga Negara Indonesia (WNI) tak perlu lagi menggunakan dolar untuk bertransaksi di Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, dan China. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) tengah menjajaki penggunaan QRIS Antarnegara di negara tersebut.

Hal ini pun berlaku bagi para pelancong dari negara tersebut, yang mana bisa berbelanja menggunakan mata uang lokal masing-masing negara untuk berbelanja di Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan pihaknya telah melakukan penandatanganan MoU dengan UEA untuk implementasi QRIS Antarnegara pada Desember 2023 lalu. Namun masih menunggu beberapa tahapan lagi seperti persiapan sistemnya.

Baca juga: Tumbuh 130 Persen, Nilai Transaksi QRIS 2023 Tembus Rp229,96 Triliun

“Jadi tidak bisa serta merta kalau kita tanda tangan, karena ini akan dimulai dengan penandatangan MoU itu struktur bilateral cooperation antara 2 negara tentang ke bank sentaralan, di dalamnya moneter, makroprudensial dan SPI (Sistem Pembayaran Indonesia). Berikutnya ada MoU turunannya terakit SP (sistem pembayaran) misal QRIS cros border,” ujar Fili dalam konferensi pers RDG, dikutip, Kamis 18 Januari 2024.

Kemudian, kata Fili, dengan Korea Selatan dan China, BI juga telah membicarakan tahapan awal adanya kerja sama QRIS Antarnegara. Di mana, prosesnya masih cukup panjang untuk mengimplementasikanya.

Baca juga: Permudah Akses Belajar di Luar Negeri, QNB Indonesia Luncurkan First Starter 

“Kita sudah ada pembicaraan Pak Gubernur BI sudah bilateral meeting dengan Gubernur Bank sentral-nya, pihak Korea sedang mendalami. Lalu demikian juga China udah ada pembicaraan,” ungkapnya.

Fili juga berharap proses kerja sama dari QRIS Antarnegara tersebut bisa segera diimplementasikan di tahun 2024 ini.

“Mudah-mudahan kita di tahun 2024 ini bisa implementasi untuk hal-hal tersebut,” harapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

1 hour ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

10 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

12 hours ago