Categories: Keuangan

Asuransi Umum Targetkan Kenaikan Premi 13%

Meski ekonomi melambat, industri asuransi umum optimis bisa mengalami kenaikan premi 13 persen. Namun mereka mensyaratkan beberapa hal. Gina Maftuhah

Jakarta–Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memprediksi di semester kedua, premi asuransi umum akan tumbuh 13%. Hal ini dengan syarat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini akan tumbuh 5,5%.

Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor menyebut bahwa meskipun perlambatan ekonomi dan daya beli masyarakat di tahun ini turun, asuransi umum masih bisa tumbuh. Di semester satu ini, AAUI mencatat premi bruto asuransi tumbuh 10,2% sebesar Rp28,08 triliun. Sedangkan selama semester pertama, AAUI mencatat pembayaran klaim sebesar Rp13,5 triliun.

“Kami sudah diajak berdiskusi dengan Bank Indonesia. Kami sampaikan, di semester kedua, kami masih yakin industri asuransi umum masih akan tumbuh 13 persen dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,5 persen,” sebut Julian di paparan kuartal dua AAUI, Senin, 24 Agustus 2015.

Dia menyebut, angka pertumbuhan premi masih akan bisa mengalami kenaikan dengan asumsi belanja pemerintah, khususnya di bidang infrastruktur akan lebih kencang di akhir tahun. Apalagi, dia menambahkan, pemerintah juga memberikan ultimatum agar pemerintah daerah rajin-rajin menyerap anggaran.

“Kami memprediksi pertumbuhan premi khususnya terjadi pada asuransi kemdaraan bermotor dan juga harta benda,” tambahnya.

Julian menambahkan, di kuartal satu dan dua lalu, asuransi kendaraan bermotor memang menjadi salah satu motor penggerak premi. Hal ini juga akan terjadi pada semester dua mendatang khususnya karena adanya pameran kendaraan bermotor yang megakibatkan lonjakan pendapatan premi.

“Adapun soal klaim, kami melihat bahwa selama tidak ada kejadian katastropik(bencana alam) maka klaim masih akan bisa sejalan dengan pertumbuhan  premi,”tambahnya.

Selama semester satu, asuransi umum membayar Rp13,5 triliun atau tumbuh 37,3% dibandingkan semester satu tahun lalu. Lonjakan klaim paling besar terjadi pada asuransi pesawat udara dan satelit serta asuransi energi. Pesawat udara terjadi karena pembayaran atas klaim jatuhnya pesawat Air Asia. Sedangkan energi, karena iklim industri pertambangan yamg sedang buruk sehingga menyebabkan kenaikan klaim. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

8 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

16 hours ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

16 hours ago

Strategi Paramount Land Genjot Penjualan Properti di Momen Lebaran 2026

Jakarta - Momentum Lebaran 2026 dimanfaatkan Paramount Land untuk mengakselerasi penjualan properti melalui kombinasi strategi… Read More

16 hours ago

Sambut Idulfitri, Tugu Insurance Gelar Aksi Kebaikan

Poin Penting Tugu Insurance menyalurkan 1.000 paket sembako dan santunan kepada anak yatim serta keluarga… Read More

16 hours ago

OJK Cabut Izin Usaha Pengelola Aset Kripto Tennet Depository

Poin Penting OJK cabut izin PT Tennet Depository Indonesia sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital… Read More

18 hours ago