Jakarta – Digitalisasi merupakan kunci bagi sektor jasa keuangan, termasuk asuransi, untuk mendorong bisnis dan pelayanan di era digital. Hal ini juga menjadi fokus bagi PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa), sebuah perusahaan asuransi umum yang didirikan pada 21 Agustus 1978 oleh insan Bank Negara Indonesia (BNI).
Direktur Utama Tripa, G.C. Koen Yulianto mengatakan pihaknya akan fokus menggarap unit asuransi digital. Awalnya, TripaSmart mengalami beberapa kendala, baik dari segi penjualan maupun pelayanan kepada nasabah. Namun, perusahaan telah melakukan perbaikan secara signifikan.
Dengan target segmen utama adalah keluarga BNI dan Tripa, TripaSmart direncanakan akan dipasarkan secara luas pada 2026. Perusahaan juga berencana untuk menjalin sinergi dengan platform e-commerce.
“Produk yang kami tawarkan adalah produk retail. Meskipun tantangannya cukup rumit dalam pengelolaannya, namun jumlahnya cukup besar dan risikonya dapat diukur,” ujar Koen saat berkunjung ke Kantor Infobank pada Selasa (2/4).
Baca juga: Asuransi Tri Pakarta Bidik Premi Rp1,6 Triliun di 2024, Simak Strateginya
Adapun, Tripa Smart merupakan Solusi Mobile Aplikasi yang Responsif dan Terintegrasi (SMART). Setiap permasalahan yang dihadapi oleh nasabah akan di tangani secara responsif dan di integrasikan dengan seluruh sumber daya terbaik yang dimiliki oleh perusahaan.
Berbagai fitur yang dimiliki Tripa Smart antara lain, pengajuan klaim, perpanjangan polis, pengajuan polis baru, dan pengecekan status polis dengan mudah dan praktis.
Kemudian, ada fitur-fitur lainnya seperti layanan kantor dan bengkel, Tripa Ku dan berita terbaru. Selain itu, terdapat fitur simulasi premi pada menu informasi produk.
Ke depannya, dalam rangka digitalisasi dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), Tripa juga berkomitmen untuk mengembangkan SDM-nya. Di antaranya dengan menyelenggarakan program pendidikan bagi calon Officer Development Program (ODP).
“Setiap tahun kami selalu melaksanakan program ini. Untuk tahun ini, kami memiliki 25 orang calon ODP, dan pada bulan Mei ini mereka sudah siap,” tutup Koen. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More