Keuangan

Asuransi TRIPA Bocorkan Perkembangan Spin Off UUS, Kapan Rampung?

Jakarta – PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) menargetkan akan melakukan pemekaran usaha melalui pemisahan unit usaha atau spin off unit usaha syariah (UUS) pada 2026.

“Kita targetkan spin off UUS pada akhir tahun 2026. Walaupun OJK sudah meminta kita untuk maju lebih awal,” kata salah satu tim Spin Off Syariah TRIPA kepada Infobanknews, Selasa, 27 Agustus 2024.

Ia mengatakan, tujuan melakukan pemisahan antara induk perusahaan dengan UUS ini lantaran asuransi yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Dana Pensiun Bank BNI ini melihat besarnya potensi unit syariah.

“Kita ingin membesarkan syariahnya karena memang potensi cukup besar. Selain itu, secara historis bahwa TRIPA unit syariah itu menjadi unit usaha yang pertama,” jelasnya.

Baca juga : Bos Asuransi TRIPA Pamer Kinerja Positif dalam 5 Tahun Terakhir

Saat ini, kata dia, UUS TRIPA sudah memiliki badan hukum, yakni PT Asuransi Tri Pakarta Syariah yang sudah dibentuk sejak 2022 silam.

“Kita sudah ada badannya sebenarnya, dari tahun 2022 dibentuk. Karena diawal itu target spin off tahun 2024. Cuma karena ada regulasi P2SK dan POJK 11/2023, jadinya kita juga ikut mundur,” akunya.

Nantinya, pendirian badan usaha ini tentunya akan diikuti dengan pengalihan portofolio kepesertaan syariah kepada anak perusahaan baru tersebut.

“Pengalihan prosedurnya tetap akan ada pemberitahuan kepada semua peserta,” terangnya.

Baca juga : Rayakan HUT ke-46, TRIPA Gelar Aksi Donor Darah

Pihaknya memastikan proses pengalihan tersebut berlangsung baik serta kualitas operasional dan juga pelayanan perusahaan tetap berjalan baik. Termasuk kepada para pemegang polis.

“Transisinya akan berjalan mulus. Tidak akan berdampak ke pemegang polis, liability  dan layanan existing kita,” pungkasnya.

Berdasarkan data perusahaan, kontribusi premi unit syariah per semester I/2024 tembus Rp34,936 miliar. Adapun per 31 Desember 2023, kontribusi premi Rp65,127 miliar.

“Kita menargetkan premi unit syariah pada 2024 mencapai Rp80 miliar,” pungkasnya. (*)

Editor : Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

9 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

16 hours ago