Jakarta — PT Asuransi Sinar Mas (ASM) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Dalam kerja sama ini ASM akan memberikan layanan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Kesehatan bagi Taruna – Taruni / Peserta Didik Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Capt. Marihot Simanjuntak, MM dan Dumasi M.M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas di Jakarta, belum lama ini. “Kami bangga diberikan kepercayaan untuk memberikan perlindungan asuransi bagi para taruna – taruni selama menempuh pendidikan di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,” tutur Dumasi dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap kerja sama ini akan memberikan rasa aman bagi taruna-taruni sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar.
“Kami memilih Asuransi Sinar Mas karena layanan yang diberikan. Asuransi Sinar Mas membuktikan komitmentnya saat proses klaim yang diajukan taruna. Harapan kami, kerja sama ini bisa terus berlanjut ke depannya,” sambung Marihot Simanjuntak.
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di bidang pelayaran dan kepelabuhan yang berada di Semarang. Sebelumnya kerja sama perlindungan asuransi juga telah dilakukan untuk taruna dari Politeknik Pelayaran Surabaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang dan Balai Diklat Pelayaran Minahasa Selatan. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More