Jakarta – PT Asuransi Sinar Mas (ASM) membuktikan komitmen pelayanan terbaik melalui pembayaran klaim akibat Bencana Gempa Bumi yang terjadi pada hari Minggu (5/8) dan Senin (6/8) lalu.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat turut berdampak hingga ke wilayah Bali.
Dengan komitmen kecepatan dalam pembayaran klaim, PT Asuransi Sinar Mas melakukan interim payment kepada PT. Sinar Mas Multi Finance yang kantornya di lokasi Jl. By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan – Bali mengalami kerusakan akibat gempa.
Pembayaran dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2018, 5 hari setelah kejadian gempa. Interim payment dilakukan dengan tujuan agar nasabah dapat segera melakukan pemulihan akibat kerusakan. Selanjutnya pembayaran final akan dilakukan setelah seluruh dokumen dilengkapi.
“Hingga saat ini, Asuransi Sinar Mas Denpasar telah menerima 7 laporan klaim akibat gempa, ” jelas Fauzan Kamil, Pimpinan Cabang Asuransi Sinar Mas Denpasar saat penyerahan klaim, Jumat, 10 Agustus 2018.
Penanganan klaim masih terus dilakukan oleh team klaim ASM untuk pembayaran klaim nasabah lainnya.
PT Asuransi Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan asuransi di Indonesia yang memiliki berbagai produk unggulan untuk melindungi diri/aset baik individu, keluarga maupun perusahaan antara lain asuransi kesehatan (simas sehat platinum, simas sehat executive, simas sehat gold, simas sehat income, dan simas sehat corporate), asuransi kendaraan (simas mobil exclusive), asuransi property all risks dan industrial all risks, asuransi pengangkutan simas marine cargo, berbagai produk asuransi mikro seperti simas perlindungan, simas sehat mikro, simas siswa mikro dan produk asuransi lainnya.
Untuk pelaporan klaim gempa dapat menghubungi PT Asuransi Sinar Mas Cabang Denpasar ,yang berlokasi di Gedung Bank Sinar Mas , Jl. Tantular No, 8 Renon Lt. 1 , Denpasar. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More