Jakarta – PT Asuransi Ramayana Tbk menjadi salah satu perusahaan asuransi umum yang meraih penghargaan dalam Infobank Insurance Awards 2020. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil kajian Biro Riset Infobank bertajuk “Rating 105 Asuransi Versi Infobank 2020”.
Asuransi Ramayana meraih predikat “sangat bagus” karena kinerja oke yang diraih sepanjang tahun 2019. Di tengah sejumlah dinamika yang dihadapi industri asuransi, bisnis perusahaan asuransi yang dinahkodai Syahril sebagai direktur utama tetap tumbuh solid. Asuransi Ramayana mampu mencatatkan pertumbuhan premi bruto 30,38% (yoy) dari Rp891,91 miliar menjadi Rp1,16 triliun per akhir 2019.
Sedangkan jumlah investasinya mencapai Rp567,83 miliar. Menutup tahun kerja 2019, Asuransi Ramayana menikmati keuntungan sebesar Rp74,48 miliar. Sementara total asetnya mencapai Rp1,51 triliun, tumbuh tipis 4,86% ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp1,44 triliun.
Torehan positif yang diraih Asuransi Ramayana tersebut berlanjut hingga semester I 2020. Di tengah pandemi COVID-19, perseroan masih mampu meraih pertumbuhan positif. Pendapatan premi brutonya tumbuh 8,14% menjadi Rp935,40 miliar per Juni 2020.
Dari sisi hasil investasi memang terkoreksi menjadi Rp6,53 miliar. Tapi di lain sisi perseroan berhasil menekan beban usaha menjadi Rp139,84 miliar, dari Rp145,96 miliar pada tahun sebelumnya. Maka itu, dari sisi laba bersih, perseroan berhasil mengantongi profit sebesar Rp43,16 miliar, meningkat 2,62% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp42,04 miliar. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More