Poin Penting
Jakarta – PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp90,15 miliar.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 26 Januari 2026, perkiraan jadwal pelaksanaan buyback saham akan dilakukan pada 26 Januari-26 April 2026.
“Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor perseroan harus tetap dimiliki masyarakat,” tulis manajemen AMAG.
Baca juga: Wacana Penerapan Asuransi bagi Wisman, Bos TRIPA Bilang Begini
Selain itu, AMAG menetapkan batas maksimum harga untuk pelaksanaan buyback saham sebesar Rp420 per saham, atau berdasarkan harga buku, atau pada harga yang dianggap wajar dan layak oleh direksi perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kondisi pasar.
Adapun, sesuai dengan laporan keuangan AMAG per 31 Desember 2024, laba per saham AMAG adalah sebesar Rp46,15 dan diperkirakan akan menurun sebesar 24,7 persen atau Rp11,41 menjadi Rp34,74 per saham setelah pelaksanaan rencana buyback saham perseroan.
Baca juga: Sinar Mas Asuransi Syariah Kantongi Izin OJK Usai Spin Off, Pengalihan Portofolio Dimulai
Penurunan tersebut berdasarkan proyeksi laba rugi dalam Rencana Bisnis 2025 yang telah diperbarui (disusun berdasarkan PSAK 117), yang telah disampaikan kepada OJK pada 30 Juni 2025.
Rencana Bisnis 2025 yang telah direvisi digunakan sebagai acuan, mengingat laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025 saat ini mash dalam proses audit dan akan disusun sesuai dengan PSAK 117. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More