Keuangan

Asuransi Digital Bersama (YOII) Bidik Pendapatan Premi hingga Rp430 Miliar di 2025

Jakarta – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) sebagai perusahaan asuransi yang fokus pada produk gaya hidup atau lifestyle menargetkan pendapatan premi akan mencapai Rp420-430 miliar pada sepanjang 2025.

Direktur Keuangan YOII, Randy Tandra, menuturkan bahwa target tersebut masih akan berfokus pada produk asuransi perjalanan. Pada tahun sebelumnya, Perseroan berhasil mengantongi premi lebih dari Rp320 miliar.

“Kinerja tahun lalu kami sampaikan premi per Desember (2024) kami tutup premi di atas Rp320 miliar ini di atas target kami pada tahun tersebut, untuk tahun depan (2025) kami menargetkan sekitar Rp420-430 miliar yang akan menjadi fokus kami adalah asuransi perjalanan,” ucap Randy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2025.

Baca juga: Harga Saham RATU, KSIX, dan YOII Kompak Hijau Usai IPO, Ada yang Sentuh ARA

Diketahui, YOII baru saja melangsungkan penawaran umum pencatatan saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan pertama pada hari ini, Rabu, 8 Januari 2025, dan berhasil meraih dana segar senilai Rp41,20 miliar.

Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro, menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan sebagai biaya marketing untuk mendukung strategi usaha, distribusi produk, dan brand Awareness Perseroan sebanyak 80 persen, serta sisanya 20 persen akan digunakan sebagai modal pengembangan aplikasi.

“Apalagi seluruh dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka memperkuat struktur permodalan Perseroan,” ujar Adi.

Baca juga: Asuransi Digital Bersama Siap IPO, Bidik Dana Segar Rp45,32 Miliar

Optimisme Menyongsong 2025

Ia juga optimistis pada awal 2025 ini menjadi waktu yang tepat untuk melenggang di Pasar Bursa Indonesia dan Perseroan tentunya memiliki harapan untuk dapat terus memberi dampak positif bagi industri keuangan nasional dan industri asuransi khusunya melalaui IPO.

Adapun dalam IPO ini Perseroan telah melepas 412.087.500 lembar saham atau mewakili maksimal 12,03 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan, dengan harga penawaran yang dipatok Rp100 per saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham YOII juga menunjukkan gerak yang positif, dengan ditutup pada harga Rp135 per saham atau naik 35 persen yang artinya berhasil menyentuh Auto Rejection Atas (ARA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

3 hours ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

8 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

8 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

9 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

10 hours ago