Astronacci Siap Tempuh Jalur Hukum Terkait Video Edukasi Saham

Jakarta – PT Astronacci International, perusahaan penyedia analisis saham dan futures berniat melaporkan kasus pemotongan dan editing video edukasi saham dan pasar modal yang tersebar di media sosial. Video yang seharusnya berdurasi 1 jam, 15 menit dipotong menjadi 45 detik.

Masalah ini bermula saat Gema Goeryadi selaku CEO dan Presiden Direktur Astronacci International bersama Rut Yesika Simak selaku tim riset dari Astronacci International melakukan live video melalui kanal YouTube Astronacci International.

Rut Yesika memaparkan, video yang tayang pada 6 Januari 2021 memuat edukasi berjudul “Curhat Trader: Perlukah Cutloss itu? Apa Lebih baik Jadi Investor?”.

Namun pada 2 Februari 2021 pihaknya mendapati video tersebut telah dipotong dan diedit yang isinya merugikan perusahaan karena hal tersebut sama sekali tidak benar dan mencemarkan nama baik Astronacci International maupun Gema Goeyardi selaku CEO dan Presiden Direktur Astronacci International.

Dikatakan Rut, dampak dari unggahan video pendek yang sudah dipotong dan diedit tersebut, kemudian viral di media sosial Twitter.

“Astronacci International sebagai pemilik dari seluruh materi isi video tersebut tentu saja sangat dirugikan oleh tindakan yang dilakukan akun Twitter @AmbarwatiRexy atau terduga bernama Rexy Ambarwati, dan @viantyTJP atau terduga bernama Viantyara di media social. Termasuk pihak manapun yang terduga berada di balik ujaran kebencian tersebut, dan Astronacci International akan menuntut secara hukum melalui pihak kepolisian Republik Indonesia,” ujar Rut dalam keterangannya yang dikutip, Kamis, 18 Februari 2021.

Rut Yesika Simak, Analis Astronacci International, yang berada di dalam video tersebut mengaku dirinya sangat dirugikan dari video yang diduga diedit dan disebarkan oleh akun-akun tersebut. Tindakan pihak-pihak tersebut dianggap bertentangan dengan UU ITE.

“Sama sekali bahwa Bapak Gema Goeyardi tidak melakukan tuduhan itu kepada saya, baik secara pribadi maupun profesional sebagai seorang analis pasar saham. Adanya video yang dipotong-potong itu adalah ulah dari pihak yang ingin merugikan kami dan itu sama sekali tidak benar, karena sudah diedit sedemikian rupa,” ungkapnya.

Dia juga menyebut bahwa Gema Goeyardi sebagai CEO dan Presiden Direktur Astronacci International adalah seorang profesional yang tidak pernah menyerang secara personal atau tindakan melakukan pencemaran nama baik, baik melalui media sosial maupun secara langsung.

“Sekali lagi saya tekankan bahwa tuduhan itu tidak benar dan kami sudah melakukan tuntutan kepolisian untuk menindak pemilik akun maupun siapapun yang terduga di balik akun tersebut.” imbuh Rut.

Untuk menangani kasus ini, Astronacci International juga telah menunjuk kuasa hukum dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian di Polda Metro Jaya di Jakarta.

“Diharapkan dari kasus ini tidak ada lagi kasus hate speech (ujaran kebencian) maupun editing video tanpa ijin yang melanggar hukum hak cipta dan hukum positif lainnya di Indonesia. Kemajuan teknologi tentunya harus digunakan untuk hal yang baik, bukan untuk ujaran kebencian,” papar Gema Goeyardi.

Berkaca dari kasus ini, Astronacci International berharap, dengan melaporkan pemilik akun, maupun siapapun pihak yang terduga berada di belakang pihak tertentu yang melakukan ujaran kebencian agar ditindak secara hukum oleh pihak pihak kepolisian berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kami berharap agar semua pihak untuk tidak menggunakan ujaran kebencian atau hate speech dan menyebarluaskan secara umum, baik online maupun offline, karena ini bertentangan dengan hukum dan sangat merugikan yang menjadi korban,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI

Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More

6 hours ago

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More

6 hours ago

Istana Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas karena Program MBG

Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More

6 hours ago

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

7 hours ago

Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More

8 hours ago

PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat PLN Mobile Selama Ramadan 2026

Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More

8 hours ago