Jakarta– PT Astra Graphia Tbk (ASGR) atau (Astragraphia) membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sekitar 40% dari Laba Bersih atau sebesar Rp80,- per lembar saham dibagikan sebagai dividen tunai, yang diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp30,- per lembar saham yang sudah dibayarkan pada tanggal 22 Oktober 2018, sehingga sisanya sebesar Rp50,- per lembar saham akan dibayarkan pada tanggal 10 Mei 2019.
Astragraphia pun membukukan pendapatan bersih konsolidasian per 31 Desember 2018 sebesar Rp 4.070 miliar, meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.
Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Astragraphia pada tanggal 10 April 2019 di Hotel Pullman Thamrin, yang disampaikan oleh Astragraphia dalam Paparan Publik yang diadakan setelah Rapat Umum Pemegang Saham.
Selain pembagian dividen juga dibahas agenda rutin RUPS lainnya termasuk pengangkatan Gunawan Geniusahardja sebagai Komisaris Independen untuk masa jabatan sejak ditutupnya RUPS Tahunan hingga RUPS Tahunan tahun 2020, sehingga susunan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Bambang Widjanarko Santoso (Paulus Bambang)
Komisaris : Gunawan Geniusahardja
Komisaris Independen : Lukito Dewandaya
Presiden Direktur : Herrijadi Halim (Harry Halim)
Direktur : Hendrix Pramana
Direktur : Halim Wahjana
Direktur : Mangara Pangaribuan
Dalam paparan tersebut, juga disampaikan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sehubungan perubahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha perusahaan. (Ari A) (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More