Ilustrasi: Gedung Astra International/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) akan melanjutkan aksi buyback saham sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal perseroan. Adapun total dana yang siapkan mencapai Rp2 triliun.
Aksi korporasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023, Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025, dan POJK 29/2023.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 16 Januari 2026, aksi buyback saham ini akan dilaksanakan mulai 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026.
Baca juga: Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500
Hanya saja, manajemen ASII tak menjelaskan berapa target saham yang akan diborong kembali. Yang pasti, jumlah saham yang dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Selain itu, jumlah saham free float setelah pelaksanaan pembelian kembali saham juga tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sebelumnya, ASII telah menghentikan buyback saham yang semula direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026, menjadi berakhir pada 13 Januari 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI.
Baca juga: Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP
Selama periode pembelian kembali saham, ASII memborong sebanyak 305.213.900 lembar saham dengan nilai Rp1.999.999.829.789. Nilai transaksi tersebut sesuai dengan target perseroan yang menyiapkan dana Rp2 triliun.
Sementara, hingga 30 September 2025, posisi kas dan setara kas ASII mencapai Rp54,7 triliun. Sedangkan ekuitas tembus Rp227 triliun. (*)
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More