News Update

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting

  • ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25 Februari 2026, sesuai ketentuan POJK dan persetujuan OJK.
  • Jumlah saham buyback tidak melebihi 20 persen modal ditempatkan dan disetor, serta free float tetap minimal 7,5 persen setelah aksi pembelian kembali.
  • Buyback sebelumnya telah diselesaikan lebih cepat, dengan ASII membeli 305,21 juta saham senilai hampir Rp2 triliun.

Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) akan melanjutkan aksi buyback saham sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal perseroan. Adapun total dana yang siapkan mencapai Rp2 triliun.

Aksi korporasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023, Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tertanggal 17 September 2025, dan POJK 29/2023.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 16 Januari 2026, aksi buyback saham ini akan dilaksanakan mulai 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026.

Baca juga: Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Hanya saja, manajemen ASII tak menjelaskan berapa target saham yang akan diborong kembali. Yang pasti, jumlah saham yang dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Selain itu, jumlah saham free float setelah pelaksanaan pembelian kembali saham juga tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Sebelumnya, ASII telah menghentikan buyback saham yang semula direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026, menjadi berakhir pada 13 Januari 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI.

Baca juga: Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP

Selama periode pembelian kembali saham, ASII memborong sebanyak 305.213.900 lembar saham dengan nilai Rp1.999.999.829.789. Nilai transaksi tersebut sesuai dengan target perseroan yang menyiapkan dana Rp2 triliun.

Sementara, hingga 30 September 2025, posisi kas dan setara kas ASII mencapai Rp54,7 triliun. Sedangkan ekuitas tembus Rp227 triliun. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

26 mins ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

55 mins ago

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

2 hours ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

9 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

13 hours ago