Ilustrasi: Gedung Astra International/istimewa
Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) pada Kamis, 8 Mei 2025 telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satunya membahas terkait dengan pembagian dividen.
Dalam RUPST ASII, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai Rp406 per saham, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2024.
Lalu, ASII juga akan membagikan dividen final sebesar Rp308 per saham atau senilai Rp12,46 triliun dari tahun buku 2024 dan akan dibayarkan kepada para pemegang saham perseroan.
Baca juga: RUPST Segar Kumala Indonesia Sepakat Tebar Dividen Rp21 Miliar
Adapun, jadwal pelaksanaan pembayaran dividen final untuk saham perseroan yang berada dalam penitipan kolektif, antara lain:
Sementara, harga saham ASII pada periode perdagangan Jumat, 9 Mei 2025 ditutup stagnan di posisi Rp4.780 per saham, padahal sebelumnya sempat menyentuh di level tertingginya Rp4.830 per saham.
Sebagai informasi, ASII mencatatkan laba bersih di kuartal I 2025 sebesar Rp6,92 triliun atau turun 7 persen secara year on year dari Rp7,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Segini Usulan Besaran Dividen Samudera Indonesia (SMDR) di 2024
Sementara dari sisi pendapatan, ASII berhasil mencatatkan pertumbuhan sekitar 3 persen di kuartal I 2025 menjadi Rp83,36 triliun dari Rp81,20 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut didominasi oleh segmen mining, cons, and energy yang menyumbang Rp34,26 triliun. Lalu, kontribusi terbesar kedua berasal dari segmen auto sebanyak Rp33,09 triliun. (*)
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan IKN, khususnya fasilitas legislatif dan yudikatif Pemerintah melakukan… Read More
Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More