Jakarta – PT Astra Digital Mobil optimis pertumbuhan jual-beli mobil bekas akan meningkat meski ditengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi di tahun depan. Naga Sujady, President Director PT Astra Digital Mobil menyebutkan, bahwa setiap resesi pasti ada peluang yang bisa dimanfaatkan.
“Kita selalu berusaha untuk membangun bisnis yang lebih baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita juga melihat bahwa setiap resesi kan biasanya ada opportunity, kalau mungkin nanti resesi ada sebagian masyarakat yang shifting mau beli mobil baru karena lagi resesi jadi beli mobil bekas,” ujar Naga, di Jakarta, Jumat, 11 November 2022.
Optimisme ini didukung dengan pertumbuhan penjualan mobil bekas di tahun 2022 yang naik sekitar 10% dibandingkan tahun lalu.
“Sekarang kita melihat bisnisnya makin banyak peluang di dunia online, melihat kondisi tahun depan secara makro kurang begitu baik kita coba memang mengantisipasinya. Pertumbuhan mobil bekas tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 10%, tahun depan kita berharap kita mengembangakan bisnis yang lebih baik lagi sehingga bisa menghadapi tahun depan,” kata Naga.
Selain itu, PT Astra Digital Mobil baru saja meluncurkan platform digital jual-beli mobil bekas yang dapat diakses melalui website atau mobile appyang bernama mobbi. Secara rata-rata traffic platform mobbi per bulan sudah mencapai 1,5 juta sampai 2 juta pengunjung.
“Kita memang mengoptimalkan di aspek ekosistem Astra Grup, jadi targetnya sekitar 50% dari kebutuhan Mobil 88 yang juga merupakan ekosistem Astra Grup bisa dipenuhi oleh platform mobbi ini,” ungkapnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More
Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More
Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More