Jakarta–PT Astra International Tbk (Astra) kembali menggelar InnovAstra pada tahun 2017 dengan mengambil tema “Building Up Our Natural Capabilities”. Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto menjelaskan, bahwa tidak ada bisnis yang mampu bertahan lama tanpa melakukan inovasi. Inovasi menjadi kunci utama agar bisnis dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan mendapatkan pangsa pasar baru.
“Inovasi ialah harga mati yang tidak bisa ditawar. Kalau tidak, kita akan hilang dan hanya tinggal nama. Sebagai informasi bagi kita, daftar perusahaan dalam Fortune 500 pada tahun 1955, setelah 60 tahun kemudian, yaitu tahun 2014 hanya tinggal 61 perusahaan atau 12,2 persen,” tutur Prijono saat membuka Seminar InnovNation di Jakarta, Rabu, 15 Maret 2017.
Dalam seminar yang turut dihadiri para pelaku bisnis tersebut mempresentasikan bagaimana strategi-strategi bisnis saat ini khususnya bagaimana melahirkan inovasi dalam sebuah bisnis. Ada enam pokok pembahasan yang dipaparkan oleh enam narasumber yakni Wakil Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman yang membahas tentang inovasi brand, Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti (MMS) Wiwiek D. Santoso yang membahas tentang inovasi layanan dan Chief Executive PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation Agus Prajitno mengenai inovasi customer engagement. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More