News Update

Astra Agro Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Industri Sawit

Jakarta – Di tengah berbagai tantangan yang melanda industri kelapa sawit nasional, PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tetap berfokus pada pengembangan Research and Development (R&D) guna menciptakan inovasi yang mendorong kinerja operasional berkelanjutan.

Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa mengungkapkan, upaya tersebut sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang tertuang dalam strategi perusahaan, yakni Astra Agro Sustainability Aspirations 2030.

Strategi ini menekankan pada pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), keberagaman, lingkungan yang inklusif, serta komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar area operasional dan bangsa Indonesia secara umum.

Menurut Djap Tet Fa, perusahaan berkode emiten AALI kembali mencetak lompatan besar dengan membangun fasilitas methane capture pada 2024.

Baca juga : Astra Agro (AALI) Tunjuk Presdir Baru, Intip Profil dan Rekam Jejak Djap Tet Fa

Diketahui, saat ini, Astra Agro telah memiliki dua unit methane capture di Provinsi Riau yang bertujuan mengurangi emisi GRK sekaligus menciptakan efisiensi energi melalui Energi Baru Terbarukan (EBT). Inisiatif ini sejalan dengan peta jalan strategi portofolio Astra Agro Sustainability Aspirations 2030.

Methane capture ini mampu mereduksi emisi gas methane yang berasal dari Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi nol. Perseroan juga memaksimalkan aktivitas Warehouse Management System (WMS). Adapun perseroan telah mampu mereduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 126,33 kiloton CO2.” jelasnya, dikutip Selasa, 29 April 2025.

Djap Tet Fa menambahkan, perseroan telah melaksanakan program replanting atau peremajaan kebun seluas 5.052 hektare atau naik 7 persen yoy dibanding tahun lalu.

Baca juga : Bank Raya (AGRO) Optimistis Kinerja Q1 2025 Tetap Positif, Ini Alasannya

Proses ini menggunakan bibit unggul yang dikembangkan oleh tim R&D internal perusahaan. Ia menekankan bahwa program ini penting sebagai upaya intensifikasi lahan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.

Penerapan Teknologi untuk Efisiensi Operasional

Astra Agro juga terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses bisnis. Salah satunya adalah penggunaan Drone Monitoring System (DMS) untuk memantau kinerja operasional secara real time, yang terintegrasi dengan control room guna memudahkan manajemen dalam pemantauan lapangan.

Pihaknya pun akan senantiasa menjaga konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan akan senantiasa dipelihara karena telah menjadi bagian dari Strategi Perseroan. 

“Kami percaya bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang, tentu saja didukung juga dengan riset dan inovasi yang terus dikembangkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

IHSG Masih Lanjut Dibuka Turun 0,56 Persen ke Level 7.098

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More

50 mins ago

IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More

2 hours ago

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

6 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

18 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

18 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

18 hours ago