Ekonomi dan Bisnis

Asosiasi Modal Ventura Dan Start Up Indonesia Diresmikan

Jakarta–Perkembangan bisnis start up dalam perekonomian Indonesia dalam satu dekade terakhir, begitu pula dengan Pemerintah yang tengah gencar mendukung kegiatan bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dengan berjalannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016 ini maka semakin terbuka peluang dan mendorong masuknya beberapa Venture Capital Technology untuk menanamkan investasinya di Indonesia, fenomena ini menjadi perhatian Pemerintan dan regulator yang telah menyempurnakan peraturan dan perundangan yang terkait. Diantaranya adalah Paket Kebijakan 3 yang kemudian diturunkan lagi oleh OJK dengan kebijakan revitalisasi industri modal ventura.

Dinamika tersebut direspons para pelaku industri dengan membentuk Asosiasi Modal Ventura dan Start Up Indonesia (Amvesindo) sebagai wadah menghimpun para pelaku industri modal ventura yaitu perusahaan modal ventura, pasangan usaha dan investor.

“Hari ini ada 73 rekan-rekan, hadir untuk membangun ekosistem lebih baik, sehingga kami membangun asosiasi modal ventura dan start up Indonesia,” kata Ketua Amvesindo, Jefri R. Sirait dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat 13 Mei 2016.

Menurutnya awalnya lima perusahaan modal yang memiliki pandangan yang sama untuk menciptakan wadah yang dapat memudahkan pertukaran informasi maupun sebagai mitra bagi Pemerintah dan OJK yaitu PT Astra Mitra Ventura, PT Ventura Giant Asia, PT Celebes Artha Ventura, PT Mandiri Capital Indonesia dan PT Pertamina Dana Ventura. Kemudain secara bersamaa menghimpun para pelaku usaha modal ventura untuk mendirikan Amvesindo.

Dalam kesempatan yang sama juga dibentuk kepengurusan, dengan susunan:

Ketua: Jefri R Sirait
Wakil Ketua I: Punjul Prabowo
Wakil Ketua II: Donald Wihardja
Wakil Ketua III: Teguh Basuki Ari Wibowo
Sekretaris Jenderal: Sebastian Togelang
Wakil Sekretaris Jenderal: Rimawan Yasin
Bendahara: Edward Chamdani (*)

 

Editor: Paulus Yoga

admin

View Comments

  • Saya ingin menanyakan hal yang sama seperti apa yang di tanyakan saudara Janto, dimana lokasinya Kenap tidak di sebutkan di dalam berita

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago