Ekonomi dan Bisnis

Asosiasi Berharap Review UU Ketenagakerjaan Benahi Sistem Outsourcing

Jakarta– Asosiasi Pengusaha Indonesia menilai, kajian kembali atau review ulang Undang-Undang (UU) 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan sangat diperlukan. Kajian tersebut dilakukan agar para tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi Era- Revolusi Industri 4.0.

Untuk menghadapi era tersebut pada proses kajian UU 13 tahun 2003 ini, sektor bisnis outsourcing juga masuk dalam hal yang diperhatikan oleh pemerintah. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Harijanto mengatakan bahwa sektor bisnis outsourcing di Indonesia harus banyak diperbaiki.

“Sebetulnya masalah outsourching ini dibutuhkan, tapi juga harus diganti dan harus diperbaiki,” kata Harijanto di Jakarta, Rabu 13 Maret 2019.

Harijanto menambahkan, bukan hanya peraturan yang harus diperbaiki, namun bisnis outsourching yang menyajikan layanan ketenagakerjaan ini, juga harus mengubah sistem layanan. Pemerintah juga harus ikut andil dalam melihat atau memilah perusahaan outsourching yang sesuai dengan kriteria.

“Tapi perusahaan outsourch itu harus di audit dulu, dia bener. Mematuhi semua aturan ketenaga kerjaan dan secara kualitas delivery, dan ontime ya ok, baru bisa.”

Sebelumnya, Kementerian Keteranagakerjaan RI saat ini masih mengkaji kembali atau mereview Undang-Undang (UU) 13 tahun 2013, tentang ketenagakerjaan. Kajian tersebut dilakukan agar para tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi Era- Revolusi Industri 4.0 termasuk mengenai tenaga kerja outsourcing.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

22 mins ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

2 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

3 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

3 hours ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

3 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

3 hours ago