Ilustrasi: Pelayanan Bank Jateng/istimewa
Jakarta – Direktur bisnis ritel dan unit usaha syariah Bank Jateng Hana Wijaya mengatakan, masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang belum menggunakan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank Jateng untuk membiayai pembelian rumah pertama.
“Sudah terbukti pemotongan gaji dari ASN kepada BTN yang mengambil rumah itu jumlahnya lebih dari 10 ribuan dari total ASN di Jawa tengah yang mencapai 400 ribu,” ujar Hana dalam webinar di Jakarta, Rabu 11 November 2020.
Masih banyaknya ASN di Jawa Tengah yang memilih KPR melalui Bank BTN lantaran kuatnya branding yang dilakukan oleh bank milik negara itu. Untuk itu, di tahun 2021 ini Bank Jateng mempunyai strategi untuk lebih genjar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Jawa Tengah khususnya ASN agar memanfaatkan produk-produk yang ada di Bank Jateng.
“Ini yang saya share kepada teman teman BPD coba sosialisasikan untuk menggunakan bank daerahnya sendiri yaitu bank milik Pemerintah Provinsi dan kabupaten kota agar portofolio KPR di masing masing BPD bisa tumbuh,” ucapnya.
Di satu sisi, untuk menjaga pembiayaan dengan aman di tengah pandemi Bank Jateng akan memberikan pembiayaan dengan lebih selektif. Selain itu, Bank Jateng fokus bekerja sama dengan lembaga pembiayaan yang bisa memberikan back up dana seperti PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
“selama ini SMF menjadi partner yang cukup baik dalam menyediakan dana likuiditas untuk tetap konsisten ikut membiayai kepemilikan rumah baikpembiayaan KPR program pemerintah maupun yang komersial,” pungkasnya. (*) Dicky F Maulana
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More