Keuangan

Askrindo Women Lead, Ruang Bagi Perempuan Berkarya

Perempuan harus mampu menjadi pemimpin yang andal. Komitmen ini diwujudkan Askrindo melalui program Askrindo Women Lead.

Dalam rangka meningkatkan kesetaraan gender di dunia korporasi, Kementerian BUMN telah mencanangkan peran perempuan sebagai seorang pemimpin. Sebagai salah satu BUMN, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) merealisasikan komitmen tersebut melalui “Askrindo Women Lead”, yakni sebuah program yang dirancang guna mendorong dan memberdayakan peran perempuan untuk menjadi pemimpin perusahaan yang andal. Melalui program tersebut, Askrindo memberikan kesempatan yang sama bagi para perempuan untuk menjadi top talent perusahaan. 

Askrindo Women Lead menjadi salah satu bagian dari rangkaian Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) program di Askrindo yang bertema “DigitALL : Innovation and Technology for Gender Equity”. Dalam pelaksanaannya, Askrindo menerapkan program yang terstruktur untuk mengimplementasikan lingkungan kerja yang mendukung Women Empowerment Principles (WEPs). 

Program Askrindo Women Lead telah diresmikan oleh Direktur Utama Askrindo, Priyastomo, dan Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, Kun Wahyu Wardana, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Askrindo ke-52. Adapun tokoh pemimpin perempuan yang turut serta menghadiri acara ini ialah Indira Pratyaksa selaku VP New Ventures sekaligus pengurus Pertiwi PT Pertamina, Audi Artha Rita selaku Direktur Operasi PT. Reasuransi Nasional Indonesia, Gita Indriati selaku Kepala Divisi Pengembangan dan Pembelajaran IFG, serta 27 partisipan Askrindo Women Lead.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Askrindo, Priyastomo, mengatakan bahwa Askrindo Women Lead tidak ditujukan untuk menciptakan eksklusivitas, justru menguatkan lingkungan kerja yang inklusif tanpa memberi ruang terhadap diskriminasi gender. “Program ini diharapkan mampu memperluas ruang kolaborasi, di mana karyawan wajib berperan sebagai support system yang kuat bagi pengembangan diri karyawati di Askrindo,” ujar Priyastomo. 

Program pengembangan talenta pemimpin perempuan ini disusun dan siap diimplementasikan selama 9 (sembilan) bulan ke depan melalui classical learning, social learning, dan experiential learning kepada para peserta. Peluncuran program ini juga disemarakkan dengan talkshow interaktif yang bertema ”#EmbraceEquity: Mendorong Peran Kepemimpinan Perempuan melalui Komunitas Perempuan Askrindo”. 

Menurut Priyastomo, di samping memberdayakan karyawati, program ini juga dirancang guna menjawab inisiatif Kementerian BUMN yang mencanangkan pemenuhan pemimpin perempuan sebanyak 25%. Oleh karena itu, kami mengajak khususnya karyawati untuk berperan aktif dalam setiap program pengembangan.

“Untuk itu, saya mengajak insan Askrindo, khususnya para karyawati, terutama para partisipan program Askrindo Women Lead untuk dapat berpartisipasi aktif dan menjalankan setiap program dengan senang hati. Karena, kegiatan pembelajaran yang dijalankan dengan senang hati akan jauh lebih efektif dan berdampak,” pungkas Priyastomo.

Program ini direspons positif dan antusias oleh karyawati di Askrindo, terutama para peserta Askrindo Women Lead. “Dengan mengikuti Askrindo Women Lead, setiap karyawati di perusahaan dapat meningkatkan dan memperkuat partisipasi dan peran perempuan di tempat kerja” ungkap Dewi Larasati, Kepala Bagian Underwriter Suretyship, Askrindo Denpasar, yang merupakan salah satu peserta. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

4 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

4 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

5 hours ago