Keuangan

Askrindo Tegaskan Komitmen Dukung Program KUR

Poin Penting

  • Askrindo menegaskan komitmennya mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan 26 bank penyalur dan program pemberdayaan UMKM.
  • Sejak 2007 hingga September 2025, Askrindo telah menanggung Rp1.096 triliun KUR, melibatkan 35,8 juta debitur dan menciptakan 61,8 juta lapangan kerja.
  • Kinerja keuangan Askrindo tetap kuat dengan aset Rp15,4 triliun dan gearing ratio 7,09 kali, menunjukkan kapasitas besar dalam menjaga keberlanjutan program KUR nasional.

Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG), terus memperkuat perannya dalam mendukung penugasan pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Askrindo berkomitmen meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan 26 bank penyalur KUR. Askrindo juga memperkuat kapasitas usaha UMKM melalui program pemberdayaan atau pendampingan berkelanjutan.

Sejak 2007 hingga September 2025, Askrindo telah mencatat akumulasi volume pertanggungan KUR mencapai Rp1.096 triliun, dengan melibatkan 35,8 juta debitur UMKM dan menciptakan 61,8 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, mengatakan, Askrindo tidak hanya hadir sebagai perusahaan asuransi dan lembaga penjamin, tetapi juga mitra pertumbuhan bagi UMKM.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi signifikan Askrindo dalam mendorong inklusi keuangan serta memperluas jangkauan pembiayaan produktif bagi sektor UMKM,” ujar Fankar.

Baca juga: Askrindo Gandeng KPK Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Penerapan PanCEK

Fankar menambahkan, melalui penjaminan KUR, Askrindo berupaya memastikan pelaku usaha memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bertahan dan berkembang. Dalam periode yang sama, posisi keuangan KUR Askrindo juga menunjukkan performa positif.

Hingga September 2025, total aset tercatat sebesar Rp15,4 triliun, dengan ekuitas Rp14 triliun, outstanding pertanggungan Rp99,5 triliun, serta gearing ratio mencapai 7,09 kali.

“Kinerja ini mencerminkan kapasitas Askrindo yang kuat dalam mendukung keberlanjutan program KUR secara nasional,” jelasnya.

KUR Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Program KUR terbukti memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Berdasarkan hasil analisis data dari IFG Progress, kabupaten yang memanfaatkan KUR sebagai sumber pembiayaan utama menunjukkan pertumbuhan PDB per kapita lebih tinggi, yakni mencapai 7,2 persen untuk penerima KUR pertama, 5,7 persen untuk penerima berulang, dan 8,5 persen bagi wilayah yang memanfaatkan KUR serta kredit komersial.

Baca juga: OJK Perkuat Aturan Hapus Buku Kredit Macet UMKM, Ini Tujuannya

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Kinerja Ekonomi Nasional Tetap Terjaga

Data BPS menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 5,12 persen (yoy).

Dari sisi pengeluaran, PDB triwulan III 2025 ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap baik dan konsumsi pemerintah yang meningkat.

Ekspor tumbuh sebesar 9,91 persen (yoy) sejalan dengan permintaan mitra dagang utama yang masih kuat.

Konsumsi pemerintah tumbuh 5,49 persen (yoy) karena akselerasi belanja, sementara konsumsi rumah tangga naik 4,89 persen (yoy) seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,28 persen (yoy), dan investasi naik 5,04 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan positif penanaman modal. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

17 mins ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

49 mins ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

2 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Melesat, Galeri24-UBS Kompak Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More

2 hours ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

3 hours ago