Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah SulutGo tentang pemanfaatan produk Asuransi Kredit Konstruksi dan Non Konstruksi serta Produk Kontra Bank Garansi.
Adapun penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Operasional Komersil PT Askrindo, Dwi Agus Sumarsono, Direktur Operasional Ritel PT Askrindo, Anton F Siregar dan Direktur Pemasaran PT Bank Pembangunan Daerah SulutGo, Machmud Turuis.
Direktur Operasional Ritel PT Askrindo, Anton F Siregar menjelaskan, kerjasama antara Askrindo dan Bank SulutGo bukan merupakan kerjasama yang baru karena untuk produk Kontra Bank Garansi merupakan perpanjangan kerjasama yang telah dilakukan kedua belah pihak.
“Dalam perjanjian kerjasama ini kami bersama Bank SulutGo melakukan beberapa penandatangan kerjasama baru yakni pemanfaatan produk Asuransi Kredit Konstruksi dan Non Konstruksi dan kedepan kerjasama ini akan terus kita tingkatkan,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip Kamis, 5 September 2019.
Dirinya juga menyampaikan, kekuatan perbankan daerah itu sangat bagus dan potensinya juga luar biasa karena di daerah itu captive market mereka sangat baik seperti pinjaman untuk kesejahteraan karyawan atau pembelian rumah serta kebutuhan lainnya.
“Selain itu juga pembanguan insfrastruktur di daerah itu tengah berkembang dan ini juga salah satu wujud kepedulian Askrindo terhadap pembangunan khususnya di daerah Timur Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Bank Pembangunan Daerah SulutGo, Machmud Turuis mengatakan, akan terus meningkatkan kerjasama yang telah dilakukan antara Bank SulutGo dan PT Askrindo.
“Kedepan kita akan terus melebarkan sayap kita untuk melakukan penutupan asuransi lainnya yang tidak terfokus pada apa saja yang kita sudah tanda tangani hari ini, kita akan sama sama menggali peluang bisnis untuk kita kembangan bersama sama,” tutupnya. (*)
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More