Ilustrasi: Kantor Askrindo. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Di momen perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55, Askrindo terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM Tanah Air yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-55 merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.
“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar dalam perayaan HUT ke-55 Askrindo di Jakarta, 2026.
Selama 55 tahun berdiri sejak 6 April 1971, Askrindo terus menunjukkan kinerja yang solid dan mendukung Perekonomian nasional.
Sebagai informasi, sejak 2007 hingga 2025, Askrindo telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja.
Baca juga: Perkuat Transformasi Digital, Askrindo Luncurkan Fintracs dan Ask-Scoring
Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin KUR senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia.
“Kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat. Pada tahun 2025 pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited),” jelas Fankar.
Sejalan dengan itu, lanjut Fankar, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.
“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.
Di momen HUT ke-55 Askrindo juga memperkuat transformasi digital dengan meluncurkan sistem sentralisasi Financial Transaction System (Fintracs) dan Ask-Scoring (Askrindo Underwriting Scoring System).
Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaz menjelaskan, Fintracs merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.
“Melalui Fintracs, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis,” jelasnya di kesempatan yang sama.
“Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” tambahnya.
Baca juga: Sinergi Askrindo dan Bank BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi
Masih menurut Leonardo, implementasi Fintracs mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Adapun Ask-Scoring, kata Leonardo, platform ini bertujuan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting. Melalui Ask-Scoring, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.
“Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” jelasnya. (*)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More