Keuangan

Askrindo Jamin KUR Rp114 Triliun Sepanjang 2025, Serap 3,7 Juta Tenaga Kerja

Poin Penting

  • Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi
  • Sepanjang 2007–2025, Askrindo menjamin KUR Rp1.125,9 triliun ke 36,3 juta debitur dan menyerap 62,7 juta tenaga kerja; pada 2025 saja mencapai Rp114 triliun ke 2 juta debitur
  • Peluncuran Fintracs dan Ask-Scoring meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas underwriting, sejalan dengan kinerja keuangan 2025 yang tetap kuat (underwriting netto Rp1,28 triliun.

Jakarta – Di momen perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55, Askrindo terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM Tanah Air yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-55 merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.

“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar dalam perayaan HUT ke-55 Askrindo di Jakarta, 2026.

Selama 55 tahun berdiri sejak 6 April 1971, Askrindo terus menunjukkan kinerja yang solid dan mendukung Perekonomian nasional.

Sebagai informasi, sejak 2007 hingga 2025, Askrindo telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja.

Baca juga: Perkuat Transformasi Digital, Askrindo Luncurkan Fintracs dan Ask-Scoring

Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin KUR senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia.

“Kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat. Pada tahun 2025 pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited),” jelas Fankar.

Sejalan dengan itu, lanjut Fankar, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.

“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.

Luncurkan Fintracs dan Ask-Scoring

Di momen HUT ke-55 Askrindo juga memperkuat transformasi digital dengan meluncurkan sistem sentralisasi Financial Transaction System (Fintracs) dan Ask-Scoring (Askrindo Underwriting Scoring System).

Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaz menjelaskan, Fintracs merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.

“Melalui Fintracs, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis,” jelasnya di kesempatan yang sama.

“Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” tambahnya.

Baca juga: Sinergi Askrindo dan Bank BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi

Masih menurut Leonardo, implementasi Fintracs mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Adapun Ask-Scoring, kata Leonardo, platform ini bertujuan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting. Melalui Ask-Scoring, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.

“Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” jelasnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

33 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

1 hour ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

2 hours ago