CSR

Askrindo Dukung Pendidikan di Wilayah 3T

Pontianak – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Grup (IFG) kembali menyalurkan bantuan sarana Pendidikan ke wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). Bantuan tersebut yakni 30 unit Komputer yang diberikan langsung kepada 3 (tiga) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dorit Tunggal, Sanggau, PKBM Setia Bakti, Sanggau dan PKBM Seroja, Sambas, Kalimantan Barat. 

Bantuan kepada PKBM ini merupakan program yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan pada program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Askrindo Peduli Pendidikan. Sesuai dengan Sustainable Development Goals atau SDG’s No. 4, yakni menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, Askrindo mencoba untuk memberdayakan PKBM agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik. 

Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo yang membidangi program TJSL mengatakan, Askrindo memberi perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah 3T terutama wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan oleh PKBM seperti Paket A (setara SD), Paket B (Setara SMP) dan Paket C (Setara SMA) memiliki fungsi dan peran yang sangat penting sehingga hal tersebut menjadi fokus Askrindo. 

“Kendala utama sekolah non formal di wilayah 3T yakni fasilitas pendidikan yang kurang memadai yakni salah satunya kebutuhan komputer untuk dilakukannya Ujian Berbasis Komputer. Selama ini ratusan siswa siswa PKBM yang memang bertujuan meraih pendidikan kesetaraan harus mencari sekolah formal hanya untuk menumpang sarana untuk ujian,” ujar Kun seperti dikutip Rabu, 10 Maret 2021.

Sejak 2019 hingga saat ini, sebanyak 175 unit komputer di 14 PKBM yang tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara telah dilakukan komputerisasi pada program Askrindo Peduli Pendidikan. Dan akan terus dilakukan sebagai bentuk aksi TJSL perusahaan yang berkesinambungan. Sergius Setoni, Kepala PKBM Setia Bakti, Desa Balai Sebut, Kabupaten Sanggau, ini mengatakan bahwa PKBM yang telah berdiri sejak 2009 ini telah meluluskan 2983 siswa. Ia mengatakan bahwa PKBM tidak hanya membuka kelas pendidikan kesetaraan, namun juga membuka kursus komputer bagi warga belajar. 

“Kami sangat bersyukur atas bantuan komputer yang diberikan oleh Askrindo. Mengingat dimasa pandemi ini, komputer akan digunakan sebagai sarana belajar daring jarak jauh sehingga guru-guru dan siswa disini akan terbantu belajar dan mengajarnya. Kami juga ingin mengajarkan bagaimana mengoperasikan komputer kepada para warga yang belum bisa menggunakan komputer, melalui kursus komputer agar tidak gagap teknologi di kemudian hari,” ucap Sergius. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

1 hour ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

2 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

2 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

2 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

2 hours ago

OJK Gandeng Bareskrim Polri Tangani Kasus Penipuan Sektor Keuangan

Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More

3 hours ago