Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG), terus melakukan penguatan iklim bisnis khususnya pada Asuransi Kredit dan Penjaminan KUR. Penguatan tersebut guna menciptakan Bisnis yang sehat dan sustainable baik di industri asuransi dan penjaminan maupun industri perbankan.
Penguatan iklim bisnis ini salah satunya dilakukan dengan bersinergi yang diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama yang dilakukan oleh Direktur Operasional Askrindo, Erwan Djoko Hermawan, dengan Direktur Pemasaran & Bisnis PT BPD Kalteng, Djoni Widjarnarko Kridarso, pada Selasa, 13 September 2022 di Jakarta.
Direktur Operasional Askrindo, Erwan Djoko Hermawan, mengatakan Askrindo dan Bank Kalteng telah menjalin sinergi sejak 2017 dan saat ini Askrindo terus memperbesar ekosistem asuransi nasional.
“Askrindo menjaga kelangsungan bisnis Bank Kalteng. Kedepannya Askrindo juga tengah memperbaiki produk Asuransi Kredit Kecil. Atas dasar semangat sinergi yang sehat dengan tujuan memperkuat industri keuangan nasional, diharapkan akan ada lagi bentuk kerjasama serupa yang bisa dikembangkan dengan perbankan lainnya,” ujar Erwan.
Adapun kerjasama dengan BPD Kalteng meliputi Asuransi Kredit Project Financing sektor Konstruksi dan Non Konstruksi dengan pola per proyek (by project) dan pola standby loan, Asuransi Kredit untuk sektor Produktif yaitu Kredit Modal Kerja yang bersifat aplofend atau non revolving dan Kredit Investasi yang diberikan kepada Debitur UMKM yang feasible dan bankable, Penjaminan KUR dan Penjaminan KUR untuk Kredit yang diberikan kepada debitur KUR yang mengalami penurunan usaha akibat terdampak Covid 19.
Baca juga: Askrindo Dukung UMKM Daerah Naik Kelas
Sebagai informasi, adapun potensi target Penyaluran KUR atas Bank Kalteng ditahun 2022 sebesar Rp82 miliar serta potensi target untuk penyaluran premi kredit konstruksi oleh Bank Kalteng di tahun 2022 sekitar Rp497 miliar dan potensi penyaluran premi kredit produktif oleh Bank Kalteng di tahun 2022 sekitar Rp2 triliun. (*)
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More