Market Update

Asing Net Sell Rp20,33 Triliun, Saham ANTM, BBRI hingga AADI Paling Banyak Dilego

Poin Penting

  • Asing jual bersih Rp1,17 triliun, membuat akumulasi net foreign sell ytd membengkak ke Rp20,33 triliun.
  • Tekanan terbesar terjadi di saham energi dan perbankan, terutama ANTM, AADI, MDKA, dan MEDC
  • Tekanan aksi jual ini sejalan dengan IHSG turun 0,96 persen ke 7.939,76, dengan 347 saham melemah dan nilai transaksi Rp29,80 triliun.

Jakarta – Aksi jual investor asing kembali membayangi pasar saham domestik. Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, net foreign sell atau aliran dana keluar investor asing tercatat menembus Rp1,17 triliun.

Tekanan jual kali ini didominasi oleh saham-saham sektor energi, disusul sektor keuangan, terutama saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big caps). Aksi profit taking dan rebalancing portofolio di tengah sentimen global yang masih fluktuatif menjadi salah satu faktor penekan.

Dengan tambahan outflow tersebut, akumulasi net foreign sell secara year-to-date (ytd) kian membengkak menjadi Rp20,33 triliun.

Baca juga: BEI Mulai Publikasikan Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

5 Saham Paling Banyak Dijual Asing

Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak dijual dijual oleh investor asing. Berikut rinciannya:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp279,91 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp181,89 miliar
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp127,83 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp123,44 miliar
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp110,33 miliar.

Aksi jual asing ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026 yang kembali ditutup berbalik merosot ke posisi 7.939,76 atau melemah 0,96 persen dari level 8.016,83.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 347 saham terkoreksi, 343 saham menguat, dan 128 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan di Tengah Memanasnya Perang Iran-AS

Lalu, sebanyak 47,13 miliar saham telah diperdagangkan, dengan 2,95 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp29,80 triliun.

Seluruh indeks dalam negeri ikut juga ditutup melemah. Riciannya, IDX30 turun 0,48 persen menjadi 426,93, LQ45 -0,85 persen ke 805,60, Sri-Kehati -0,46 persen menjadi 372,63, dan JII -1,09 persen menjadi 537,06. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

10 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

16 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

16 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago