Ilustrasi: Investasi pasar modal. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Aksi jual investor asing kembali membayangi pasar saham domestik. Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, net foreign sell atau aliran dana keluar investor asing tercatat menembus Rp1,17 triliun.
Tekanan jual kali ini didominasi oleh saham-saham sektor energi, disusul sektor keuangan, terutama saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big caps). Aksi profit taking dan rebalancing portofolio di tengah sentimen global yang masih fluktuatif menjadi salah satu faktor penekan.
Dengan tambahan outflow tersebut, akumulasi net foreign sell secara year-to-date (ytd) kian membengkak menjadi Rp20,33 triliun.
Baca juga: BEI Mulai Publikasikan Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak dijual dijual oleh investor asing. Berikut rinciannya:
Aksi jual asing ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026 yang kembali ditutup berbalik merosot ke posisi 7.939,76 atau melemah 0,96 persen dari level 8.016,83.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 347 saham terkoreksi, 343 saham menguat, dan 128 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan di Tengah Memanasnya Perang Iran-AS
Lalu, sebanyak 47,13 miliar saham telah diperdagangkan, dengan 2,95 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp29,80 triliun.
Seluruh indeks dalam negeri ikut juga ditutup melemah. Riciannya, IDX30 turun 0,48 persen menjadi 426,93, LQ45 -0,85 persen ke 805,60, Sri-Kehati -0,46 persen menjadi 372,63, dan JII -1,09 persen menjadi 537,06. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BNI akan buyback saham maksimal Rp905,48 miliar, sesuai POJK 29/2023, dari saldo laba… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah dan Alfa Group memperkuat ekosistem untuk menambah nilai bagi nasabah,… Read More
Poin Penting Harga emas per 4 Maret 2026 menembus Rp3,1 juta per gram dan melonjak… Read More
Poin Penting BI intensif intervensi rupiah untuk meredam volatilitas dampak konflik Timur Tengah, melalui NDF… Read More
Poin Penting BEI melaporkan perkembangan implementasi proposal kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE… Read More
Poin Penting OJK mencatat nilai transaksi aset kripto Januari 2026 tercatat Rp29,24 triliun, turun dari… Read More