Market Update

Asing Net Sell Rp1,77 Triliun, Saham BMRI, BBRI, dan ANTM Paling Banyak Dilego

Poin Penting

  • Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi, sehingga total outflow asing secara year-to-date mencapai Rp31,08 triliun
  • Lima saham paling banyak dilepas asing yakni BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, dan BUMI, dengan tekanan jual terbesar pada saham perbankan berkapitalisasi jumbo
  • IHSG ikut melemah 0,26 persen ke 6.971,02, dengan mayoritas saham terkoreksi dan seluruh indeks utama (IDX30, LQ45, Sri-Kehati, JII) ditutup di zona merah.

Jakarta – Net foreign sell atau aliran dana investor asing yang keluar dari Indonesia pada perdagangan Selasa, 7 April 2026 kembali tembus Rp1,77 triliun.

Outflow investor asing tersebut mayoritas berasal dari sektor keuangan, khususnya perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo dan diikuti oleh sektor energi. Net sell tersebut mendorong kenaikan outflow secara year-to-date (ytd) menjadi sebesar Rp31,08 triliun.

Baca juga: Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak dijual asing. Berikut rinciannya:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp371,50 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp364,30 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp306,78 miliar
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp155,22 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp104,88 miliar.

Aksi net sell asing tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (26/3) yang ditutup melemah ke posisi 6.971,02 atau turun sebanyak 0,26 persen dari level 6.989,42.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 407 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 158 saham tetap tidak berubah.

Lalu, tercatat sebanyak 27,16 miliar saham diperdagangkan dengan 1,76 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp13,48 triliun.

Baca juga: Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Seluruh indeks dalam negeri juga ditutup melemah dengan IDX30 -0,48 persen menjadi 426,93, LQ45 -0,85 persen ke 805,60, Sri-Kehati -0,46 persen menjadi 372,63, dan JII -1,09 persen menjadi 537,06. 

Sementara tiga sektor yang mengalami pelemahan tertinggi, antara lain sektor industrial, sektor transportasi dan sektor non-siklikal. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

46 mins ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

6 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

6 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago