BTN; Siap spin off UUS-nya. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta– PT Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) memiliki alasan untuk tak segera menyapih anak usaha syariahnya, BTN Syariah. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, BTN akan melepas UUS BTN syariah jika telah memiliki aset lebih dari Rp20 triliun, atau modal lebih dari Rp2 triliun.
“Ada beberapa pertimbangan, kalau dilepas denga spin off dia berdiri sendiri, dia juga harus mengeluarkan fixed cost, harus kembangkan jaringan sendiri, kemudian dia juga size masih di bawah Rp20 triliun,” kata Maryono dalam Seminar Nasional Strategi Industri Perbankan dan Keuangan Syariah Menggenjot Pertumbuhan di Tengah Gejolak Ekonomi yang diselenggarakan Majalah Infobank di Jakarta, Jumat 16 Oktober 2015.
Oleh karena itu saat ini menurutnya BTN sedang fokus dalam mengembangkan sistem dan Teknologi Informasi untuk UUS-nya sehingga siap ketika menjadi Bank Umum Syariah (BUS).
” Kita lakukan transformasi, spin off tunggu kalau aset di atas Rp20 triliun, atau modal lebih dari Rp2 triliun,” tambahnya.
Pertumbuhan UUS BTN Syariah menurutnya saat ini sangat baik. Selama lima tahun berturut-turut pertumbuhan aset rata-rata 34%, sedangkan hingga September aset tumbuh 25% menjadi Rp13 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) rata-rata selama 5 tahun ini naik 38%, dan hingga 9 bulan ini naik 32%. Sedangkan nett profit rata-rata naik 54%, hingga September tumbuh 44%, pembiayaan naik rata-rata 35% dalam lima tahu(*) Ria Martati
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More