Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara LPS Award 2023/LPS
Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan total aset sebesar Rp211,7 triliun hingga Oktober 2023. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp187,09 triliun.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, aset LPS mencapai Rp211,7 triliun selama tahun berjalan atau year to date (ytd).
“Total aset LPS per Oktober 2023 telah mencapai Rp211,7 triliun,” kata Purbaya dalam acara bertajuk “LPS Award 2023” di Jakarta, Rabu 6 Desember 2023.
Baca juga: LPS Siap Cairkan Simpanan Nasabah BPR Persada Guna
Mengutip laman resmi LPS, Rabu (6/12), sumber dana LPS berasal dari modal awal yang merupakan kekayaan negara yang dipisahkan sebesar Rp4 triliun, kontribusi kepesertaan yang dibayarkan pada saat bank pertama kali menjadi peserta.
Tak ketinggalan, premi penjaminan yang dibayarkan bank setiap semester sebesar 0,1% dari dana pihak ketiga, dan hasil investasi cadangan penjaminan.
Jika dilihat secata tren dari tahun ke tahun, aset milik LPS mengalami kenaikan. Tercatat, sejak 2018 total aset mencapai Rp102,72 triliun. Jumlah tersebut naik pada 2019 menjadi sebesar Rp120,58 trilun.
Kenaikan ini berlanjut pada 2020 mencapai Rp140,16 triliun. Setahun berikutnya pada 2021, mencapai Rp162,01 triliun.
Baca juga: Top! LPS Sudah Jamin 99,94 Persen Simpanan Nasabah
Di lain sisi, LPS juga telah membayarkan dana nasabah lebih dari Rp260 miliar sejalan dengan tutupnya empat BPR.
Purbaya menambahkan, adapun jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin LPS telah mencapai 99,4 persen dari 534 juta rekening per September 2023.
Selain itu, LPS juga mempertahankan Tingkat Bunga Pinjaman (TPT) periode 1 Oktober 2023 hingga 31 Januari 2024 sebesar 4,25 persen untuk simpanan rupiah di bank umum dan 6,75 persen untuk simpanan rupiah di BPR. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More