Keuangan

Aset Industri Dana Pensiun Tumbuh 12,52 Persen per Februari 2026

Poin Penting

  • Aset dana pensiun tumbuh 12,52% yoy menjadi Rp1.700,93 triliun per Februari 2026.
  • Pertumbuhan didorong program pensiun wajib yang naik 13,86%, sementara sukarela tumbuh 8,54%.
  • OJK memperkuat regulasi dan mendorong standar global untuk pengembangan industri dana pensiun.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa total aset industri dana pensiun per Februari 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 12,52 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp1.700,93 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan bahwa untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,54 persen yoy dengan nilai mencapai Rp413,69 triliun.

“Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun untuk ASN TNI dan Polri total aset mencapai Rp1.287,24 triliun tumbuh sebesar 13,86 persen year on year,” ucap Ogi dalam Konferensi Pers RDKB OJK di Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Baca juga: OJK Catat Akumulasi Pendapatan Premi di Februari 2026 Capai Rp62,37 Triliun

Sedangkan, dari sisi perusahaan penjaminan, OJK mencatat bahwa pada akhir Februari 2026 nilai aset tumbuh sebesar 1,99 persen yoy menjadi Rp47,52 triliun.

Penguatan Regulasi dan Standar Global

Ogi menjelaskan, dalam rangka penguatan dan pengembangan pada industri PPDP, OJK sedang menyusun RPOJK tentang laporan bulanan lembaga penjamin serta RPOJK dan PADK terkait solvabilitas perusahaan-perusahaan perasuransian.

Langkah tersebut sebagai implementasi dari PSAK 117 tentang kontrak asuransi yang akan mulai diterapkan pada 2027.

Baca juga: OJK: Pembiayaan Multifinance Tumbuh Tipis, Industri Pergadaian Melonjak

Adapun sehubungan dengan penguatan industri dana pensiun, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional.

Hal itu dilakukan agar industri dana pensiun nasional selaras dengan standar global dalam forum OECD Financial Market Week beberapa waktu lalu untuk mendukung tahapan lanjutan proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

51 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

1 hour ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

3 hours ago