Keuangan

Aset Industri Asuransi Capai Rp1.126,93 Triliun di November 2024, Naik 2,20 Persen

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi di Indonesia pada November 2024 mencapai Rp1.126,93 triliun, atau meningkat 2,20 persen secara year on year (yoy).

Kenaikan aset industri asuransi ini mencerminkan stabilitas dan kepercayaan terhadap sektor asuransi di tengah tantangan ekonomi global.

“Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp903,58 triliun atau naik 2,71 persen year-on-year,” ujar Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2024 secara virtual, Selasa, 7 Januari 2025.

Akumulasi pendapatan premi industri asuransi komersil tercatat sebesar Rp296,65 triliun, naik 2,22 persen yoy.

Baca juga: MK Putuskan Perusahaan Asuransi Tak Bisa Batalkan Klaim Sepihak
Baca juga: Begini Langkah AAUI Setelah Putusan MK Soal Larangan Pembatalan Klaim Sepihak

Kontribusi terbesar berasal dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 2,64 persen yoy menjadi Rp165,13 triliun, sementara premi asuransi umum dan reasuransi naik 1,70 persen yoy menjadi Rp131,52 triliun.

Ogi menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari pengelolaan risiko yang efektif dan kemampuan industri menjaga daya saing.

“Kinerja positif ini didukung oleh permodalan yang kuat. Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat memiliki risk-based capital (RBC) masing-masing sebesar 442,78 persen dan 321,62 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen,” jelas Ogi.

Di sisi lain, asuransi non-komersil mencatat total aset sebesar Rp223,35 triliun, meningkat tipis 0,15 persen yoy.

Walaupun pertumbuhan ini relatif kecil dibandingkan asuransi komersil, stabilitas aset di sektor ini tetap menjadi indikator penting bagi industri secara keseluruhan. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen

Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More

13 mins ago

Transaksi QRIS Melesat, Tumbuh 131,47 Persen di Januari 2026

Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More

23 mins ago

Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Luar DKI, Ini Cara Daftarnya

Poin Penting Program mudik gratis Jakarta 2026 terbuka bagi warga luar DKI, meski KTP DKI… Read More

26 mins ago

Bos BRI: Fundamental Perbankan Solid, tapi Tantangan dari Sisi Permintaan Kredit

Poin Penting Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, likuiditas dan modal kuat perbankan kuat, dengan… Read More

31 mins ago

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun dan laba bersih… Read More

39 mins ago

E-Retribusi Resmi Berlaku di Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Layanan

Poin Penting E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR… Read More

55 mins ago