Poin Penting
Jakarta – Sektor dana pensiun mencatatkan kinerja positif di tengah moderasi pertumbuhan pada segmen keuangan non-komersial lainnya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri dana pensiun per Agustus 2025 mencapai Rp1.611,45 triliun, tumbuh 8,48 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan hari tua semakin meningkat, seiring dengan dorongan kebijakan reformasi sistem pensiun nasional.
Baca juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 1,21 Persen Jadi Rp117,51 Triliun per Agustus 2025
“Dana pensiun memegang peranan strategis dalam menjamin keberlanjutan pendapatan masyarakat di usia nonproduktif. Pertumbuhan yang konsisten mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan September 2025, Kamis (9/10).
Secara rinci, program pensiun wajib mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni 9,86 persen (yoy) dengan total aset mencapai Rp1.216,11 triliun.
“Untuk program pensiun sukarela tumbuh 4,47 persen yoy menjadi Rp395,35 triliun,” ucap Ogi.
Baca juga: Danantara Bakal Ciutkan Jumlah Asuransi dari 15 Jadi 3 Perusahaan
Sementara itu, industri asuransi non-komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri mencatat pertumbuhan aset 1,26 persen (yoy) dengan total Rp222,48 triliun.
“Di sisi lain, perusahaan penjaminan juga mengalami peningkatan aset 1,94 persen (yoy) menjadi Rp48,83 triliun,” imbuh Ogi. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More