Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kinerja kantor cabang Luar Negeri (LN) dengan capaian aset Rp4,9 miliar hingga kuartal III-2017, naik 65 persen dari USD2,7 miliar di periode sama tahun lalu. Capaian tersebut dikontribusi delaman kantor cabang LN perseroan.
Pemimpin Divisi Internasional BNI, Henry Panjaitan mengaku, pertumbuhan aset tersebut didorong oleh bisnis trade finance kedelapan cabang LN selama dua tahun terakhir. Dirinya mengatakan, untuk transaksi trade finance BNI sampai dengan kuartal III-2017 tercatat sebesar USD28,8 miliar atau tumbuh 29,6 persen secara tahunan.
“Kotribusinya pada pertumbuhan aset ialah selama dua tahun terakhir ini kita kerja sama, untuk genjot trade finance,” ungkap Henry di Kantor Pusat BNI Jakarta, Kamis, 16 November 2017.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Panji Irawan mengaku akan terus memperluas bisnis internasional BNI di negara lain guna meningkatkan kinerja positifnya. Dirinya mengaku sedang mendalami peluang bisnis di empat negara sekaligus namun dirinya enggan untuk bicara negara mana yang akan diduduki oleh BNI.
“Memang ada beberapa negara yang masuk radar, namun kita masih negosiasi. Ada beberapa kami lihat tiga di Asia dan satu di belahan selatan Asia tapi ini tergantung negosiasi dari lini bisnisnya juga. Kita ingin begitu bisa masuk lalu terus tumbuh tanpa ada kendala yang berarti,” ungkap Panji.
Seperti diketahui saat ini BNI telah memiliki cabang luar negeri di delapan kota yakni Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, London, KCP Osaka, Rep Office Yangon, dan Seoul. (*)
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More