News Update

Aset Busuk Dibersihkan PPA, NPF Bank Muamalat Sisa 0,58%

Jakarta – PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mendapatkan mandat untuk mengelola aset berkualitas rendah milik PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Pola penyelesaian bad bank oleh PPA dilakukan dengan metode pengelolaan aset atau pembiayaan berkualitas rendah dari Bank Muamalat senilai Rp10 triliun.

Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, pengelolaan aset atau pembiayaan berkualitas rendah tersebut akan dibagi sesuai kategori masing-masing. Dalam hal penagihan khusus, PPA juga akan kerja sama dengan aparat penegak hukum (APH). Selain itu, PPA juga bekerja sama dengan asset recovery team dari Bank Muamalat.

“Jadi, asset recovery team kita akan menunjukkan strategic direction daripada pengelolaan aset tersebut dan pengelolaannya pun kita menggunakan asset recovery team yang ada di Bank Muamalat, tentunya dengan skema pengelolaan yang berbeda dengan yang di dalam bank,” ujar Yadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 4 Januari 2022.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu pun menyatakan dengan pengelolaan bad bank oleh PPA, maka Bank Muamalat akan menjadi bank yang sehat dan siap untuk dikembangkan melalui injeksi modal BPKH. “Dengan penjualan pembiayaan atau aset berkualitas rendah kepada PPA, maka NPF Bank Muamalat akan menjadi 0,58%,” ujarnya.

Pada kuartal III-2021, NPF net Bank Muamalat tercatat 3,97%, membaik dari tahun sebelumnya yang 4,95%. Sementara NPF gross pada Kuarta III-2021 mencapai 5,69%. (*) Dicky F.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

35 mins ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

1 hour ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

2 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

3 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

3 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

4 hours ago