Jakarta – Di tengah pasar yang menantang, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) berhasil mencatatkan peningkatan aset 18,9%. Hingga akhir tahun buku konsolidasian 2019, Tugu Insurance memiliki total aset Rp20,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp17,4 triliun.
Sementara itu, ekuitas perseroan juga meningkat 11,5% dari Rp7,4 triliun menjadi Rp8,3 triliun, dengan disertai tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 434% yang berada jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 120%.
Hingga Desember 2019, pencapaian Premi Bruto secara konsolidasian Tugu Insurance mencapai Rp6,4 triliun, naik 26,5% y.o.y dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sebesar Rp5,1triliun. Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna menjelaskan peningkatan premi disokong dari berbagai produk. Selain itu, Tugu Insurance juga terus mengelola risiko dengan prinsip kehati-hatian baik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi.
“Peningkatan premi tersebut dikontribusikan terutama dari produk aviasi, kebakaran, aneka dan rekayasa hingga kendaraan bermotor,” jelas Indra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
Sebagai informasi, laba tahun berjalan konsolidasian Tugu Insurance tercatat sebesar Rp505,7 miliar atau naik 145,7% dari tahun sebelumnya sebesar Rp205,9 miliar. Sedangkan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk sebesar Rp458,7 miliar, atau meningkat 84,1% dari tahun sebelumnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More