Jakarta–Industri asuransi syariah tumbuh stabil di tengah pelambatan ekonomi. Hingga semester pertama 2017, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mencatatkan aset asuransi syariah tumbuh double digit dibandingkan semester pertama 2016.
“Industri asuransi syariah pada Juni 2017 dapat tumbuh sebesar 22,1 persen dibandingkan semester pertama 2016,” jelas Ketua Umum AASI Ahmad Sya’roni di Menara 165, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017.
Seperti diketahui, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah aset industri asuransi syariah hingga Juni 2017 tercatat telah mencapai Rp37,37 triliun. Selain itu pada kontribusi bruto asuransi syariah hingga bulan Juni 2017, tercatat hanya tumbuh 3,46 persen dari semester pertama tahun 2016.
Baca juga: AASI Bidik Kontribusi Premi Syariah Tumbuh 20%
Ahmad menambahkan, perbandingan pertumbuhan signifikan antara syariah dan konvensional seharusnya menjadi pemacu bagi industri syariah untuk dapat meningkatkan pendapatan kontribusi bruto yang terlihat timpang jika dibandingkan dengan asuransi konvensional.
“Patut kita syukuri bersama bahwa pertumbuhan aset yang cukup besar ini dirasa cukup signifikan untuk menaikkan porsi asuransi syariah dari sebelumnya sampai dengan periode Juni 2016 adalah sebesar 6,09 persen menjadi 6,50 persen di bulan Juni 2017,” imbuh Ahmad. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More