Keuangan

Aset Asuransi Non Komersial Turun Jadi Rp222,84 Triliun di November 2025

Poin Penting

  • Aset asuransi non komersial terkontraksi 0,23 persen yoy per November 2025 menjadi Rp222,84 triliun, meski berperan strategis dalam perlindungan sosial nasional
  • Industri dana pensiun tumbuh solid, dengan total aset naik 10,72 persen yoy menjadi Rp1.662,16 triliun, didorong program pensiun wajib dan sukarela
  • Industri penjaminan juga mencatatkan pertumbuhan, dengan aset meningkat 2,03 persen yoy menjadi Rp47,63 triliun.

Jakarta – Di tengah pertumbuhan solid industri dana pensiun dan penjaminan, kinerja asuransi non komersial justru menunjukkan sinyal pelemahan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset asuransi non komersial masih mengalami kontraksi secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa hingga November 2025, total aset asuransi non komersial tercatat sebesar Rp222,84 triliun, atau turun 0,23 persen secara year on year (yoy).

Baca juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 0,75 Persen Jadi Rp297,88 Triliun per November 2025

“Untuk asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri, total aset masih tercatat terkontraksi secara tahunan,” ujar Ogi dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025 secara virtual, Jumat (9/1).

Kondisi ini menjadi sorotan tersendiri, lanjut Ogi, mengingat peran strategis asuransi non komersial sebagai tulang punggung perlindungan sosial nasional, khususnya pada program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Ironisnya, pelemahan tersebut terjadi saat industri dana pensiun justru melaju kencang. Ogi menyampaikan bahwa total aset dana pensiun per November 2025 tumbuh 10,72 persen yoy, dengan nilai mencapai Rp1.662,16 triliun.

“Pertumbuhan aset dana pensiun masih menunjukkan tren positif, baik pada program pensiun sukarela maupun wajib,” jelasnya.

Baca juga: Outlook 2026: Akankah Belanja Konsumen Tetap Kuat? Perspektif Industri Asuransi Indonesia

Untuk program pensiun sukarela, total aset tercatat Rp405,20 triliun, tumbuh 6,80 persen yoy. Sementara itu, program pensiun wajib mencatatkan kinerja yang lebih agresif, dengan total aset Rp1.256,95 triliun, atau tumbuh 12,04 persen yoy.

Kinerja positif juga terlihat pada industri penjaminan. Hingga November 2025, total aset perusahaan penjaminan tumbuh 2,03 persen yoy menjadi Rp47,63 triliun. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Recent Posts

Petinggi OJK Mundur Beruntun, Ekonom Desak Konsolidasi Cepat Demi Jaga Stabilitas

Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More

11 hours ago

Timing Mundur Petinggi OJK Dinilai Tepat untuk Redam Gejolak Pasar

Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More

11 hours ago

Jejak Karier Mirza Adityaswara, Wakil Ketua DK OJK yang Mundur di Tengah Gejolak IHSG

Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More

12 hours ago

Empat Petinggi OJK Mundur, CELIOS Waspadai Guncangan Ekonomi RI

Poin Penting Empat petinggi OJK mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan… Read More

12 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Jiwa Unit Link

Generali Indonesia luncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang memiliki… Read More

13 hours ago

Ketua, Wakil Ketua, dan Satu Komisioner OJK Mundur, Siapa Menyusul?

Poin Penting Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari… Read More

13 hours ago