Jakarta– Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menanggapi seruan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta bank-bank BUMN untuk bersinergi dengan bank BPD dan bila perlu masuk sebagai salah satu pemegang saham BPD.
Ketua Asbanda Kresno Sediarsi mengatakan hingga saat ini himbauan itu sendiri belum pernah disosialisasikan oleh regulator pada Asbanda. Namun, terkait urusan kepemilikan saham bank-bank daerah menurutnya tergantung dari pemilik saham masing-masing.
“Itu kan sebenarnya urusan pemegang saham, jadi kalau dari sisi ketua Asbanda terus terang saja saya katakan lagi, kita belum pernah diajak ngobrol pun belum pernah, juga gak papa gak diajak ngobrol kan ini urusan pemegang saham, kalau sudah mau private placement, strategic partner mau kepemilikan ini kan urusan sama kepemilikan,” kata Kresno di sela-sela Keuangan Syariah Fair di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016.
Menurutnya banyak bank milik daerah dimiliki tidak hanya oleh pemerintah provinsi namun juga pemerintah-pemerintah kabupaten. Oleh karena itu terkait himbauan sinergi tersebut menurutnya regulator perlu membicarakannya dengan ratusan pemerintah daerah pemilik saham BPD.
“Kalau Jakarta masih mending pemiliknya Gubernu saja, tapi kalau yang di luar Jakarta itu pemiliknya hampir semua pemkab dan pemkot jadi mungkin kalau ada berapa ratus pemkab ya berarti harus deal dengan mereka,tapi kalau menurut saya ya sepanjang pemegang saham sepakat ya boleh-boleh saja,” tukasnya. (*) Ria Martati
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More