Jakarta – Negara adidaya Amerika Serikat (AS) terang-terangan menuduh Afrika Selatan turut membantu memasok senjata ke Rusia untuk perang di Ukraina, dalam operasi angkatan laut rahasia yang berlangsung tiga hari di Cape Town awal Desember.
Wakil Duta Besar Amerika untuk Afrika Selatan Reuben Brigety mengatakan, AS meyakini bahwa senjata-senjata tersebut dikirim secara rahasia melalu kapal kargo berbendera Rusia, Lady R, di pangkalan angkatan laut Kota Simon, sebelum berangkat ke Rusia.
“Langkah Afrika Selatan mempersenjatai Rusia untuk invasi ke Ukraina sangat serius. Kami mempertanyakan sikap Afrika Selatan yang seharusnya netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina,” katanya, melansir VOA dikutip, Jumat (12/5/2023).
Sementara itu, pemimpin oposisi politik Afrika Selatan John Steenhuise mempertanyakan kepada Presiden Cyril Ramaphosa di parlemen, perihal aksi Afrika Selatan yang secara aktif mempersenjatai tentara Rusia yang membunuh dan melukai orang yang tidak bersalah.
Ramaphosa menjawab bahwa penyelidikan sedang dilakukan. “Masalah ini sedang diselidiki, dan kami akan membicarakan pada waktunya nanti,” kata Ramaphosa.
Pada akhir Desember silam, Menteri Pertahanan Afrika Selatan Thandi Modise mengatakan, kapal itu tampaknya menangani “pesanan lama” untuk amunisi. Ia mengindikasikan bahwa senjata-senjata itu diturunkan dari kapal, bukan dimuat ke kapal.(*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More