Jakarta – Hoax atau berita bohong di masyarakat menyebar dengan sangat cepat layaknya api yang menyambar rumput kering. Untuk menangkalnya, artikel-artikel klarifikasi yang berisi fakta, semakin diperlukan.
Dedy Helsyanto, Koordinator Program dan Pemeriksa Fakta Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebutkan bahwa seringkali beberapa kalangan masyarakat tidak bisa menemukan sumber terpercaya ketika dihadapkan pada hoax. Untuk itu, Ia mengajak para anak muda, khususnya mahasiswa untuk lebih banyak lagi memproduksi berita-berita benar dan klarifikasi.
“Ketika menemukan hoax, masyarakat tidak menemukan artikel klarifikasi dan akhirnya jadi percaya. Untuk itu, kita perlu membuat artikel klarifikasi ini lebih menyebar dan dibaca oleh masyarakat,” jelas Dedy pada webinar virtual yang dikutip melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.
Selain itu, Mafindo juga menemukan bahwa rendahnya literasi digital Indonesia menyebabkan banyak masyarakat masih percaya hoax. Kemampuan masyarakat untuk membaca, mengelola informasi, sampai menanggapi perlu terus ditingkatkan.
Maka, edukasi masyarakat terkait literasi digital harus terus digalakkan. Hal ini terus dilakukan oleh berbagai pihak seperti Satgas Penanganan Covid-19, Mafindo, Kementerian Komunikasi (Kominfo), dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN). (*) Evan Yulian Philaret
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More