Jakarta – Hoax atau berita bohong di masyarakat menyebar dengan sangat cepat layaknya api yang menyambar rumput kering. Untuk menangkalnya, artikel-artikel klarifikasi yang berisi fakta, semakin diperlukan.
Dedy Helsyanto, Koordinator Program dan Pemeriksa Fakta Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebutkan bahwa seringkali beberapa kalangan masyarakat tidak bisa menemukan sumber terpercaya ketika dihadapkan pada hoax. Untuk itu, Ia mengajak para anak muda, khususnya mahasiswa untuk lebih banyak lagi memproduksi berita-berita benar dan klarifikasi.
“Ketika menemukan hoax, masyarakat tidak menemukan artikel klarifikasi dan akhirnya jadi percaya. Untuk itu, kita perlu membuat artikel klarifikasi ini lebih menyebar dan dibaca oleh masyarakat,” jelas Dedy pada webinar virtual yang dikutip melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.
Selain itu, Mafindo juga menemukan bahwa rendahnya literasi digital Indonesia menyebabkan banyak masyarakat masih percaya hoax. Kemampuan masyarakat untuk membaca, mengelola informasi, sampai menanggapi perlu terus ditingkatkan.
Maka, edukasi masyarakat terkait literasi digital harus terus digalakkan. Hal ini terus dilakukan oleh berbagai pihak seperti Satgas Penanganan Covid-19, Mafindo, Kementerian Komunikasi (Kominfo), dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN). (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More