Poin Penting
Jakarta – PT Artajasa Pembayaran Elektronis menjalin kerja sama strategis dengan Ant International melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (21/1/2026).
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat integrasi pembayaran lintas negara (cross-border), inovasi mobile berbasis kecerdasan buatan, serta solusi digitalisasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (SME).
Penandatanganan MoU dilakukan di Singapura oleh Presiden Direktur & CEO Artajasa Armand Hermawan dan Pan Yan selaku Head of Strategic Partnership Office untuk Alipay+, Ant International.
Kerja sama ini menjadi langkah awal sinergi untuk menghubungkan infrastruktur pembayaran nasional Indonesia dengan digital ecosystem global milik Ant International.
Baca juga: Artajasa Ingatkan Pelaku Industri Keuangan Jangan Sepelekan Risiko Fraud
Selain meningkatkan kemudahan transaksi, kemitraan ini juga menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendorong transformasi digital dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi industri pembayaran. Manfaatnya diharapkan dirasakan oleh pelaku industri, merchant, hingga konsumen, baik di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, Artajasa tercatat menghubungkan lebih dari 80.000 ATM dan 98 anggota ATM Bersama di seluruh Indonesia. Perusahaan ini juga menjadi operator terbesar layanan QRIS dengan dukungan penerimaan pembayaran bagi lebih dari 41 juta merchant. Ekosistem pembayaran Artajasa mencakup berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, multifinance, asuransi, layanan publik, hingga e-commerce.
Sementara itu, Ant International menjalankan empat pilar bisnis utama, yakni Alipay+, Antom, Bettr, dan WorldFirst. Melalui Alipay+, Ant International menghubungkan lebih dari 1,8 miliar akun pengguna dari 40 mitra pembayaran internasional dengan lebih dari 150 juta merchant di lebih dari 100 pasar global, dengan dukungan teknologi pembayaran berbasis AI dan know-how digital.
Armand Hermawan menyatakan, masa depan layanan pembayaran akan ditentukan oleh ekosistem yang saling terhubung dan kolaboratif.
“Ant International adalah benchmark global dalam pembayaran digital. MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk membuka kolaborasi, bertukar wawasan, dan bersama-sama mengeksplorasi inovasi yang dapat memajukan ekosistem pembayaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Edward Yue, General Manager Alipay+ untuk Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Selatan. Ia menilai Indonesia sebagai salah satu ekonomi digital paling dinamis di dunia.
“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Artajasa untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia. Ant International akan mendukung mitra lokal melalui teknologi dan pengalaman kami, agar inovasi lebih mudah diakses oleh pengguna dan pelaku usaha,” kata Edward.
Baca juga: Artajasa Teken MoU Lintas Negara, Kini Tarik Tunai Tanpa Kartu Bisa di Korea
Pada tahap awal kerja sama yang dimulai pada 2026, Artajasa dan Ant International optimistis kombinasi infrastruktur lokal yang kuat dan teknologi global yang canggih akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Kolaborasi ini juga diharapkan meningkatkan mobilitas transaksi lintas negara bagi konsumen Indonesia dan wisatawan internasional, sekaligus memperkuat daya saing industri sistem pembayaran nasional di kancah global. (*) Ari Nugroho
Poin Penting BI menargetkan QRIS dapat digunakan di Tiongkok dan Korea Selatan pada kuartal I… Read More
Poin Penting BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2026 melambat ke level 3,2 persen, lebih rendah… Read More
Poin Penting Kredit yang belum dicairkan mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit… Read More
Poin Penting Kredit perbankan 2025 tumbuh 9,69 persen (yoy), masih dalam kisaran target BI 8–11… Read More
Poin Penting Indonesia-India dorong ekosistem AI inklusif dan beretika melalui kerja sama strategis. AI diposisikan… Read More
Poin Penting PT Agincourt Resources, entitas usaha UNTR, termasuk dalam 28 perusahaan yang dicabut izin… Read More