Jakarta – Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), Arsjad Rasjid mengungkapkan bahwa Vietnam merupakan salah satu negara yang menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi ASEAN.
Arsjad menuturkan, bahwa Vietnam memiliki industri yang mampu bersaing dengan pasar dan memiliki rantai pasokan yang sangat resilien. Ini yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN.
“Kehadiran bapak Perdana Menteri Vietnam menandai pentingnya peran sektor swasta dalam kesejahteraan kawasan ini. Kami mengakui bahwa Vietnam merupakan motor dari pertumbuhan ekonomi ASEAN,” ujar Arsjad dalam ASEAN Business & Investment Summit, Senin 4 September 2023.
Baca juga: Ekonomi RI Tahun Ini Diproyeksi Bakal ‘Keok’ dari Vietnam
Sebelumnya Arsjad mengatakan, sektor swasta berperan signifikan untuk memperkuat reformasi kebijakan di negara-negara Asia Tenggara. Sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi, swasta aktif membantu pemerintah untuk mendorong reformasi kebijakan dan menempatkan ASEAN menjadi pusat keterhubungan ekonomi global.
“Penyelenggaraan KTT ASEAN Business & Investment Summit 2023 memperkuat posisi sektor swasta dalam mendorong reformasi kebijakan dan menempatkan ASEAN sebagai pusat keterhubungan ekonomi global,” kata Arsjad saat berpidato pada pembukaan ASEAN Business & Investment Summit (ABIS) 2023 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (3/9/2023).
Baca juga: Vietnam Resmi Gabung Dalam Konektivitas Sistem Pembayaran ASEAN, Brunei Siap Susul
Dalam pertemuan yang diinisiasi ASEAN Business Advisory Council, juga menyoroti peran strategis sektor swasta dalam mendorong diskursus global dan regional mengenai tema-tema utama KTT, seperti Transformasi Digital, Pembangunan Berkelanjutan, Ketahanan Kesehatan, Ketahanan Pangan, dan Fasilitasi Perdagangan dan Investasi.
Di bawah keketuaan Indonesia, lanjutnya, ASEAN kini tampil sebagai salah satu organisasi regional yang paling mampu bertahan dan sukses menciptakan pendekatan yang berpusat pada pembangunan ekonomi dan keamanan regional yang diwujudkan dalam konsep “Sentralitas ASEAN”. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More