Poin Penting
Jakarta – Sosok visioner di industri keuangan mikro, Arief Mulyadi, kembali menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih penghargaan CEO The Year 2025 pada ajang Infobank Top 100 CEO & The Next Future Leaders 2025.
Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin yang tak hanya piawai dalam mendongkrak kinerja perusahaan, tetapi juga dalam membentuk arah baru pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat akar rumput melalui strategi inklusif dan berkelanjutan.
Arief Mulyadi, yang dilahirkan 23 Juni 1968 dan kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) periode 2018–2027, memiliki jejak karier yang menginspirasi.
Ia memulai kiprahnya di PNM sejak 1999 sebagai Account Officer, hingga menapaki berbagai posisi strategis sebelum dipercaya memimpin seluruh perusahaan.
Kepemimpinannya dikenal berpijak pada pendekatan inovatif dan empatik terhadap pemberdayaan sektor ultra mikro, terutama perempuan prasejahtera melalui program PNM Mekaar.
Penghargaan ini sejalan dengan karakter penilaian Top 100 CEO 2025 versi Infobank edisi November 2025 yang menilai para pemimpin berdasarkan kombinasi analisis data objektif dan penilaian kualitatif.
Baca juga: Dirut Bank Kaltimtara Muhammad Yamin Dinobatkan TOP CEO 2025 Versi Infobank
Dewan Redaksi Infobank menegaskan bahwa figur-figur terpilih tidak hanya memimpin perusahaan besar, tetapi juga konsisten menghadirkan inovasi, pengalaman positif, serta memenuhi kriteria utama. Seperti penciptaan nilai perusahaan, reputasi kepemimpinan, rekam jejak inovatif, dan kontribusi sosial yang memperkuat ekosistem industri.
Nilai-nilai positif itu ada dalam diri Arief. Terbukti dari kinerja keuangan PNM di bawah komandonya menunjukkan tren yang solid.
Sepanjang Semester I 2025, PNM mencatat laba bersih sebesar Rp885,91 miliar, meningkat sekitar 6,7% dibanding periode yang sama sebelumnya, didukung pendapatan bunga dan syariah mencapai Rp7,61 triliun. Ekuitas juga meningkat signifikan menjadi Rp11,46 triliun pada 30 Juni 2025 dari posisi akhir 2024.
Sebelumnya, pada tahun 2024, PNM bersama entitas anak membukukan laba sebesar Rp1,49 triliun. Sementara saa itu pendapatan bunga dan syariah bersih mencapai Rp13,37 triliun. Perolehan ini naik 9,64% dibanding tahun sebelumnya. Total ekuitas konsolidasi tercatat mencapai Rp10,55 triliun berdasarkan laporan keuangan tahunan.
Dari sisi operasional, PNM juga menunjukkan perluasan jaringan dan penetrasi pasar yang kuat. Jaringan layanan meliputi ribuan unit di 36 provinsi. Luasnya jaringan layanan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha mikro di seluruh penjuru negeri.
Di tangan Arief, PNM menjadi lembaga pembiayaan perempuan terbesar di dunia, mengungguli Grameen Bank di Bangladesh dalam jumlah nasabah. Hingga Agustus 2025, PNM telah melayani lebih dari 13,3 juta nasabah perempuan.
Upaya Arief dalam meningkatkan jumlah nasabah Mekaar tidak hanya melalui perluasan layanan. Arief juga berinovasi melalui penerbitan instrumen keuangan sosial Orange Bonds senilai total Rp16 triliun.
Baca juga: Berkat Pemberdayaan Holisitik PNM, Usaha Dua Sociopreneur Ini Tumbuh dan Jadi Solusi Lingkungan
Instrumen ini dirancang untuk memperkuat pemberdayaan perempuan ultra mikro melalui pembiayaan berkelanjutan yang berdampak sosial. Termasuk alokasi modal kerja untuk mekanisme pembiayaan PNM Mekaar dan Mekaar Syariah.
Pengaruh kepemimpinan Arief juga makin tampak dalam optimalisasi kinerja operasional dan penciptaan ekosistem inklusi keuangan yang lebih kuat.
Sinergi antara inovasi produk, digitalisasi layanan, dan fokus pada pelatihan serta pendampingan nasabah telah menciptakan value proposition yang tak hanya mengerek kinerja finansial PNM, tetapi juga memperluas dampak sosialnya di masyarakat luas. (*) Ranu Arasyki Lubis
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More
Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More
Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Skema Back to Back Loan memungkinkan nasabah memperoleh dana tunai dengan menjaminkan deposito… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More