Info Anda

Apresiasi Bank, BI Dorong Penyaluran Kredit UMKM di Indonesia

Jakarta–Peran usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) bagi perekonomian Indonesia sangat penting. Namun penyaluran kredit kepada UMKM relatif masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Dalam keterangannya di Jakarta, hari ini, BI menyatakan bahwa penerbitan berbagai aturan salah satunya untuk meminta bank untuk menyalurkan kredit UMKM sebesar minimum 20% dari total kredit bank secara bertahap. Untuk tahun 2016, bank diharapkan sudah menyalurkan kredit UMKM minimal 10% dari total kredit.

Hal tersebut tentu saja membutuhkan bank untuk bekerja lebih keras lagi. Untuk mengapresiasi bank yang peduli dengan UMKM tersebut, BI akan memberikan penghargaan (award) bagi bank umum yang telah memenuhi rasio kredit UMKM sesuai tahap yang ditentukan dengan rasio Non-Performing Loan (NPL)/Non-Performing Financing (NPF) kredit UMKM dan NPL/NPF total kredit terjaga di bawah 5%, serta memenuhi kriteria tema yang ditentukan. Untuk tahun 2016, tema penghargaan yang dipilih untuk tahun 2016 adalah Peningkatan Daya Saing UMKM. Pemberian penghargaan tersebut akan dilaksanakan pada 1 Juni 2016 di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta.

Penghargaan akan diberikan dalam dua kategori. Kategori I terdiri dari bank bank BUKU I dan BUKU II atau bank dengan modal inti kurang dari lima triliun. Sedangkan Kategori II terdiri dari bank-bank BUKU III dan BUKU IV atau bank dengan modal inti lima triliun ke atas. Dari masing-masing kategori akan dipilih 2 bank terbaik, sehingga akan ada 4 pemenang yang diumumkan, dari 118 bank umum baik konvensional maupun syariah.

Proses penilaian award tersebut terdiri dari tiga tahap. Pertama adalah penilaian pemenuhan ketentuan kredit UMKM. Kedua, penilaian kriteria tema dan terakhir adalah tahap penentuan nominator. Penilaian akan dilakukan oleh Tim Penilai yang terdiri dari tokoh nasional, internal Bank Indonesia, ahli perbankan, pengamat atau akademisi, kementerian, serta perwakilan media. Selanjutnya, para pemenang tersebut akan dipublikasikan melalui media massa.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dan dorongan kepada bank-bank lain agar meningkatkan pangsa penyaluran kredit UMKM. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan nyata BI terhadap program-program pembangunan perekonomian Indonesia khususnya pengembangan ekonomi rakyat melalui UMKM. Sebagai gambaran, pangsa pasar kredit UMKM di Indonesia terhadap produk domestic bruto (PDB) hanya sebesar 7,1%. Angka tersebut sangat rendah dibandingkan negara lain seperti Tiongkok yang sebesar 50,5%, Thailand sebesar 36,3%, dan Korea Selatan sebesar 35,8%. (*)

Paulus Yoga

View Comments

  • semoga UMKM di Indonesia terus meningkat dan masyarakat indonesia bisa sejahtera .

Recent Posts

Mayoritas Saham Indeks INFOBANK15 Menguat, Ini Daftarnya

Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More

48 mins ago

5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More

57 mins ago

IHSG Sepekan Naik 0,72 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp14.941 Triliun

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More

1 hour ago

DPR Desak Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Naik jadi 20 Persen, Ini Alasannya

Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More

1 hour ago

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

18 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

19 hours ago