Ditemui di kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani juga mendukung kerjasama ini dan dirinya berharap ke depannya sektor UMKM dapat lebih menerima pembiayaan dari berbagai sektor bukan hanya perbankaan.
“Ini merupakan terobosan dalam rangka mengembangkan UMKM, Diharapkan jumlah pembiayaan ke UMKM ini bisa meningkat. Dan melalui MoU ini bisa menjadi jembatan UMKM untuk masuk ke lembaga formal,” jelas Rosan.
Baca juga: APPI Anggap Kasus Arjuna dan Bima Tidak Berdampak Sistemik
Deputi komisioner Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi juga menyambut baik kerja sama tersebut. Dirinya menilai potensi UMKM nasional cukup besar bila diberdayakan dengan baik.
“UMKM telah berkontribusi sekitar 60 persen dari PDB. Selain itu, penandatangan ini memberikan pesan yg penting sebagai wujud program inklusif keuangan,” tambah Edy. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More