Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai perlu adanya penyesuaian peraturan untuk mendorong perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Misalnya saja saham perusahaan terbuka dapat menjadi kolateral atau jaminan pinjaman perbankan.
Ketua Umum DPN APINDO, Hariyadi Sukamdani mengatakan, jumlah emiten hingga saat ini baru mencapai 560 atau masih tergolong sedikit. Untuk mendorong perusahaan melantai di bursa, maka perusahaan yang sudah melantai di bursa harus menjadi lebih menarik dibanding perusahaan tertutup.
“Misalnya saham perusahaan terbuka dipertimbangkan dapat menjadi kolateral pinjaman,” ujar Hariyadi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 6 November 2017.
Oleh sebab itu, kata dia, regulator perbankan dianggap perlu untuk mempertimbangkan kembali terhadap klausul saham yang tidak dapat menjadi kolateral. “Kalau saham perusahaan terbuka dapat menjadi kolateral akan menjadi daya tarik tersendiri nantinya,” ucapnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa saat ini perusahaan tertutup, pada umumnya dimiliki oleh keluarga sehingga sangat sensitif terhadap keterbukaan informasi keuangan. Akan tetapi setelah berlakunya program pengampunan pajak maka hal itu bukan menjadi persoalan lagi.
“Harusnya setelah era tax amnesty peminat IPO (initial public offering ) menjadi lebih banyak,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, sejauh ini tujuan sebuah perusahan menjadi perusahaan terbuka adalah mencari dana. Hanya saja, saat ini bunga perbankan telah turun sehingga calon emiten akan membandingkan biaya pengalangan dana melalui IPO dan pinjaman perbankan.
“Pengusaha akan mencari yang lebih murah biayanya pastinya,” tutupnya. (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More