Moneter dan Fiskal

APINDO Sambut Positif Kenaikan Suku Bunga BI

Jakarta– Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut positif kenaikan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Agustus ini.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menyebut, dunia usaha selalu mengantisipasi terjadinya kenaikan suku bunga acuan bank sentral.

“Kenaikan suku bunga kita tidak bisa hindari karena kalau tidak lakukan itu rupiahnya nanti tambah berat. Sekarang kita mengambil posisi yang lebih konservatif. Kita pasti akan lakukan efisiensi, penetrasi pasar baru,” kata Hariyadi di Jakarta, Selasa 21 Agustus 2018.

Hariyadi menambahkan, kenaikan suku bunga acuan bank sentral berdampak kepada seluruh sektor dunia usaha. Terlebih kepada para pengusaha kecil yang masih bergantung dengan barang baku yang impor.

Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,5%

“Saya rasa sih yang berat nanti perusahaan menengah kecil, karena dia nanggung sendiri,” tambah Hariyadi.

Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2018 memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen.

Sebelumnya, sepanjang 2018 BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps pada bulan Mei dan Juni. Namun pada bulan Juli, Bank Sentral memutuskan menahan suku bunga acuan dan sekarang kembali menaikkannya 25 bps sehingga kini berada di level 5,5%.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (10/4) Anjlok Berjamaah, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More

1 min ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada awal pekan, dengan level support 7.084–7.191 dan resistance… Read More

9 mins ago

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

10 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

11 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

11 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

11 hours ago